Konperprov PWI Riau Terburuk, Ricuh dan Tak Transparan

BENGKALIS (mediamelayu) – Ratusan anggota PWI Riau peserta Konfrensi Provinsi PWI Riau menolak mengikuti prosesi Konfrensi Provinsi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau di Kabupaten Bengkalis, Kamis (23/6).

Penolakan untuk hadir dalam Konfrensi Provinsi PWI Riau adalah bentuk ketidak transparan panitia Konperprov PWI Riau terhadap beberapa poin yang dibawa dalam Konperprov Riau 2022.

Di antaranya, pemilihan tempat pelaksanaan Konperprov yang cukup jauh di Kota Bengkalis, dan perserta Konperprov harus antre sampai 4 jam di pelabuhan roro.

Ketidaktransparanan lainnya adalah penempatan para peserta yang seakan dikotak-kotakkan.

“Ini adalah pelaksanan Konperprov PWI Riau terburuk selama pelaksaan Konperprov PWI selama ini,” ujar salah seorang peserta Konperprov PWI.

Yang paling menyedihkan adalah tidak netralnya panitia Konperprov di dalam menyikapi peserta Konperprov PWI Riau.

“PWI Bengkalis tidak netral dalam memberlakukan peserta Konperprov PWI Riau yang berbeda pilihan dengan petahana. Ini sungguh kita sesalkan, seharusnya sebagai tuan rumah PWI Bengkalis harus bersikap netral. Sebab, tidak semua anggota PWI itu memilih petahan sebagai calon Ketua PWI,” ujar Ridha M Haztil, salah seorang peserta Konperprov.

Ketidaknetralan dalam prosesi persidangan ini adalah dalam penetapan anggota PWI yang kartunya sedang berproses ikut dalam Konperprov PWI Riau dalam bentuk mandat bukan dalam bentuk fisik. Sedangkan, banyak kartu-kartu tersebut dipercepat pengurusannya hanya untuk menguasai legitimasi mandat yang sedang berproses ini.

“Seharusnya, sebagai anggota PWI yang kartunya tengah berproses itu hadir dalam Konperprov PWI Riau bukan dalam bentuk mandat. Ini sudahlah kartunya mati sekian lama, tiba-tiba diaktifkan kembali dan ikut dalam Konperprov dan kartunya masih berproses, dimandatkan pula. Ini jelas tidak ada etikanya, kalaulah etika tidak ada, tentu kecintaannya terhadap organisasi juga tidak ada. Atau jangan-jangan ada sesuatu di balik semunya demi kepentingan seseorang,” ujar Agustiar Ketua Pokja Pekanbaru periode kedua.

Menyedihkannya prosesi jalannya Konperprov Riau ini sempat terjadi kericuhan, setelah seorang anggota PWI Bengkalis sebagai tuan rumah melakukan intimidasi terhadap seorang peserta Konperprov PWI wanita.

“Sebagai tuan rumah semestinya bersikap santun kepada peserta Konperprov PWI Riau. Apalagi Ini peserta wanita yang diintimidasi seperti melemahkan harkat wanita. Ini sangat kita sayangkan. Kalau mau berpihak kepada salah seorang calon, tak usah terlalu diperlihatkan,” kata H Yusrizal Koto, Ketua Tim Pemenangan Dr H Syafriadi SH, MH.

Ditambahkan H Yusko, demikian panggilan H Yusrizal Koto, Stering Comitte (SC) sebagai pimpinan sidang yang memimpin terlaksananya prosesi Konperprov PWI RIau harus bersikap adil.

“Yang saya lihat, SC memaksakan sidang dan lebih berpihak kepada calon petahana. Atas pertimbangan ini, kami menolak kembali mengikuti prosesi persidangan di Konperprov PWI Riau tahun 2022 di Bengkalis. Karena, suasana persidangan I yang tidak kondusif dari pagi sampai menjelang magrib yang diwarnai dengan kericuhan dan pelemparan botol minuman mineral kepada peserta bernama Tun Alhyar pada saat pembahasan dan pengesahan agenda acara dan tata tertib konfrensu yang dipimpin oleh stering comitte. Dengan pertimbangan memutuskan tidak mengikuti pleno dua dan pleno tiga yang membahas laporan pertanggungjawaban pengurus PWI Riau masa bakti 2017-2022 dan penjaringan bakal calon Ketua PWI,” ujar Yusko. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.