21 Februari 2024

Pekanbaru (mediamelayu) – Allah untuk orang percaya, artinya pengikut Kristus merasa aman. Walaupun ada perlawanan dari dunia ini, namun tetap orang percaya menjadi pemanang.

Demikian disampaikan Gembala Sidang Gereja Misi Injili Indonesia (GMII) Jemaat Nehemia Rejosari Pekanbaru, Pdt Rudi L M.Th dalam khotbah raya, Minggu (12 Februari 2023).

Adapun ayat bacaan Firman Tuhan terambil dari Roma 8:31-39; Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?

Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? Seperti ada tertulis: “Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan.”

Tetapi dalam semuanya itu kita lebih daripada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Jika Allah untuk orang percaya, artinya orang Kristen merasa aman. Walau ada perlawanan namun tetap menjadi pemanang karena Allah ada di pihak orang percaya.

Bukti Allah di pihak orang percaya, bahwa anak-Nya sendiri diberikan untuk kepentingan kita. Ini merupakan sesuatu yang sangat luar biasa. Apalagi anak yang diserahkan itu, yaitu Yesus Kristus mengalami banyak siksaan dan penderitaan, demi orang lain. Inilah yang dilakukan Bapa di surga bagi orang percaya.

Jika yang paling berharga saja telah diserahkan untuk kita, maka yang lebih mahal pun atau segala sesuatunya juga akan diserahkan-Nya.

Segala sesuatu di sini bukan yang diinginkan dan dibayangkan manusia, namun berkaitan dengan keselamatan yang berkaitan dengan jiwa-jiwa untuk kegiatan rohani, nama Tuhan dimuliakan.

Jaminan kepastian keselamatan merupakan barang yang mahal di tengah-tengah dunia yang tidak pasti saat ini. Banyak orang mendambakan keselamatan tetapi tak terungkap.

Keselamatan dari Tuhan tidak ada kata “mudah-mudahan, kemungkinan, semoga” tetapi pasti.

Tidak ada yang menggugat orang percaya sebab Allah membenarkan mereka. Allah menjadi hakim tertinggi sehingga tidak ada yang membandingkan karena Tuhan yang membenarkan orang percaya itu.

Tidak ada penghukuman bagi mereka yang sudah ada di dalam Yesus Kristus. Roma 8:1; Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.

Kepastian keselamatan, Kristus melakukan itu bagi orang percaya, bukan karena kita melakukan sesuatu pada Tuhan.

Tuhan menyelamatkan kita, dibuktikan dari kematian Yesus dan kebangkitan Yesus. Itulah pembuktian pembelaan Allah dari iblis. Kepastian keselamatan Tuhan melakukan untuk kita.

Orang Kristen dijamin dipelihara oleh kasih Yesus, tidak ada yang bisa memisahkannya, bahkan lebih dari pemenang diwujudkan Tuhan. Kita semua adalah pemenang-pemenang.

Penderitaan akan menguatkan orang percaya, bahkan kematian pun datang, semuanya hanya untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi Dia. Roma 8:28; Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Tuhan menjamin kehidupan orang percaya. Roma 5:3-5; Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. Selamat hari Minggu dan Tuhan memberkati.*

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *