21 Februari 2024

PEKANBARU (mediamelayu) – Di dunia ini terdapat dua tipe manusia tentang pengenalan dengan Tuhan, yang pertama ada orang senang mau bertemu dengan Tuhan Yesus. Hatinya bersuka cita ingin segera jumpa dengan Tuhan Yesus. Kedua, tidak sedikit juga yang tidak senang dengan bertemu dengan Tuhan Yesus.

Sebagai umat Tuhan, di antara kita juga ada yang senang beribadah datang ke geraja untuk mendengarkan Firman Tuhan setiap minggu, senang datang ke ibadah rumah tangga, namun ada juga yang merasa buang-buang waktu saja untuk pergi beribadah ke gereja.

Demikian dipaparkan Gembala Sidang Gereja Misi Injili Indonesia (GMII) Jemaat Nehemia Rejosari Pekanbaru, Pdt Rudi L M.Th dalam khotbah raya, Minggu (2 April 2023).

Adapun ayat bacaan Firman Tuhan diambil dari Yohanes 12:20:33; Di antara mereka yang berangkat untuk beribadah pada hari raya itu, terdapat beberapa orang Yunani. Orang-orang itu pergi kepada Filipus, yang berasal dari Betsaida di Galilea, lalu berkata kepadanya: “Tuan, kami ingin bertemu dengan Yesus.”

Filipus pergi memberitahukannya kepada Andreas; Andreas dan Filipus menyampaikannya pula kepada Yesus. Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan.”

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

Barang siapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barang siapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.

Barang siapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada.

Barang siapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa. Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, o, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini.

Bapa, muliakanlah nama-Mu!” Maka terdengarlah suara dari sorga: “Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan memuliakan-Nya lagi!”

Orang banyak yang berdiri di situ dan mendengarkannya berkata, bahwa itu bunyi guntur. Ada pula yang berkata: “Seorang malaikat telah berbicara dengan Dia.”

Jawab Yesus: “Suara itu telah terdengar bukan oleh karena Aku, melainkan oleh karena kamu. Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini: sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku.” Ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati.

Dalam ayat bacaan Firman Tuhan di atas, ada kekompakan dalam mencari Tuhan, seperti yang diperbuat orang Yunani. Namun Yesus tidak menggubris mereka dan hanya berkata telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan. Jawaban yang dilontarkan Tuhan Yesus sangat jauh dari pertanyaan tentang keinginan sejumlah orang untuk bertemu dengan Tuhan.

Andai kata Tuhan Yesus menolak atau menghidar dari kematian itu atau menolak peristiwa penyaliban itu, maka tidak akan ada kemuliaan. Tidak akan ada penebusan. Sehingga manusia benar-benar masuk dalam neraka.

Begitu juga ketika kita memiliki segudang persoalan, kita lari dari Tuhan, menghindar dari Tuhan, bukannya mencari Tuhan, maka membuat masalah itu akan bertambah dan semakin besar.

Ketika ada masalah, jangan membuat masalah baru dengan membawanya ke peramal, ke ahli nujum, ke dukun atau kepada orang-orang yang ingin menjerumuskan hidup kita.

Tidak ada solusi yang terbaik di dunia ini, selain datang kepada Tuhan. Meminta pertolongan Tuhan, maka akan ada solusi yang diberikan Tuhan. Hidup tulus, rela menderita, maka terimalah mahkota yang Tuhan Yesus siapkan bagi orang yang melayani Tuhan Yesus.

Jangan berpikir kalau kita lari, maka Tuhan tidak datang lagi kepada kita. Ketika orang Kristen mengalami banyak penderitaan dan tekanan, anggaplah itu sebagai kegiatan sedang menabur karena akan tiba waktunya menuai. Di dalam penderitaan ada hal baik yang akan diberikan Tuhan.

Di sisi lain pada ayat bacaan Firman Tuhan, di mana dikatakan mencintai nyawa terjadi dua hal, pertama egoisnya manusia, dan kedua keinginan manusia; mau merasa aman, mau merasa kaya tanpa memuliakan Tuhan. Inilah yang sering kali membuat orang mencintai nyawanya. Sering menjaga nyawanya, sering membuat perhitungan.

Ingatlah, jangan menjauhkan diri dari ibadah Tuhan, Ibrani 10:25; Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

Kadang-kadang orang Kristen sering berpikir bila dia tidak datang ke gereja akan membuat masalahnya semakin kecil atau hilang. Namun sebaliknya persoalan semakin bertambah. Cara berpikir seperti itu adalah cara iblis.

Tuhan tidak membuat rugi bagi yang mau melayani-Nya, malahan dibuat-Nya untung. Kita diminta supaya bisa menerima pengampunan. Yohanes 12:35-36; Kata Yesus kepada mereka: “Hanya sedikit waktu lagi terang ada di antara kamu. Selama terang itu ada padamu, percayalah kepadanya, supaya kegelapan jangan menguasai kamu; barang siapa berjalan dalam kegelapan, ia tidak tahu ke mana ia pergi. Percayalah kepada terang itu, selama terang itu ada padamu, supaya kamu menjadi anak-anak terang.” Selamat hari Minggu dan Tuhan memberkati.*

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *