21 Februari 2024

Pekanbaru (mediamelayu) – Tentang kebangkitan Yesus, kebangkitan kita, kebangkitan tubuh sampai sekarang masih terus diperdebatkan dan diperbincangkan. Bahkan tidak jarang masih banyak orang yang tidak mengerti dan tidak percaya tentang kebangkitan Yesus.

Gembala Sidang Gereja Misi Injili Indonesia (GMII) Jemaat Nehemia Rejosari Pekanbaru, Pdt Rudi L M.Th dalam khotbah raya, Minggu, 23 April 2023 mengangkat sebuah tema “Kebangkitan Tubuh yang Mengalahkan Maut”.

Ayat bacaan Firman Tuhan terambil dari 1 Korintus 15:35-58; Tetapi mungkin ada orang yang bertanya: “Bagaimanakah orang mati dibangkitkan? Dan dengan tubuh apakah mereka akan datang kembali?

Hai orang bodoh! Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, kalau ia tidak mati dahulu. Dan yang engkau taburkan bukanlah tubuh tanaman yang akan tumbuh, tetapi biji yang tidak berkulit, umpamanya biji gandum atau biji lain. Tetapi Allah memberikan kepadanya suatu tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya: Ia memberikan kepada tiap-tiap biji tubuhnya sendiri. Bukan semua daging sama: daging manusia lain dari pada daging binatang, lain dari pada daging burung, lain dari pada daging ikan.

Ada tubuh sorgawi dan ada tubuh duniawi, tetapi kemuliaan tubuh sorgawi lain dari pada kemuliaan tubuh duniawi. Kemuliaan matahari lain dari pada kemuliaan bulan, dan kemuliaan bulan lain dari pada kemuliaan bintang-bintang, dan kemuliaan bintang yang satu berbeda dengan kemuliaan bintang yang lain.

Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan. Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan. Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah.

Seperti ada tertulis: “Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup”, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan. Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah.

Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga. Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga. Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi.

Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.

Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah. Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati. Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: “Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?”

Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

Bagaimana orang mati dibangkitkan. Seharusnya hal ini tidak perlu dipertanyakan. Memang masih banyak orang yang tidak percaya akan kebangkitan Kristus, karena ada anggapan tubuh masuk ke tanah. Hal ini yang tidak dipahami sebagian dari manusia.

Proses bangkit memang sulit dijelaskan, apalagi kita tidak mau menerima dan memahaminya. Kuasa kebangkitan itu belum selesai hingga saat ini.

Kemudian dengan tubuh apa mereka datang? Banyak kelompok yang tidak percaya dengan kebangkitan. Tetapi Allah memberikan tubuh seperti yang dikehendaki-Nya. Tetapi tetap saja mereka ada yang tidak percaya hingga saat ini.

Semua daging berbeda. Maka, saat dibangkitkan nanti setiap orang berbeda.

Tubuh duniawi dan tubuh sorgawi. Tubuh duniawi adalah kekayaan dan kedudukan selama kita masih di dunia.

Sementara tubuh sorgawi, merupakan kegiatan meninggikan Tuhan, menyembah Tuhan dalam doa, melakukan apa yang Tuhan kehendaki selama ada di dunia ini, dan inilah tubuh kemuliaan.

Di sorga ada pakaian kemuliaan. Meninggikan Tuhan, memuji Tuhan, inilah kehidupan dan pakaian kemuliaan di sorga.

Masing-masing kita mempertanggungjawabkan diri sendiri masuk sorga, mari memuliakan dan meninggikan Tuhan dalam hidup ini.

Melalui dosalah maut berkuasa atas hidup manusia. Kuasa dosa adalah hukum taurat. Melalui hukum tauratlah kita tahu dosa.
Sebab Dia bisa mengubah segala sesuatu.

2 petrus 1:5-7; Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. Selamat hari Minggu dan Tuhan memberkati.*

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *