13 Juli 2024

Gembala Sidang Gereja Misi Injili Indonesia (GMII) Jemaat Nehemia Rejosari Pekanbaru, Pdt Rudi L M.Th menyampaikan khotbah minggu raya, Minggu (2 Juli 2023).

Pekanbaru (mediamelayu) – Percaya pada Tuhan Yesus berarti menerima juga diri Tuhan Yesus yang disalib untuk penebusan hidup manusia dari dosa. Banyak bahasa kias dan ungkapan yang disampaikan Yesus dalam Alkitab. Misalnya, bahasa kias tentang memberikan daging (roti yang hidup). Hal ini membuat orang Yahudi bertengkar. Ada arti yang secara harfiah, ada pula yang tersirat (tersurat dan tersirat, red).

Gembala Sidang Gereja Misi Injili Indonesia (GMII) Jemaat Nehemia Rejosari Pekanbaru, Pdt Rudi L M.Th dalam khotbah minggu raya, Minggu (2 Juli 2023) mengangkat sebuah tema “Akulah Roti Hidup”.

Ayat bacaan Firman Tuhan terambil dari Yohanes 6:51-58; Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia. Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: “Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan.”

Maka kata Yesus kepada mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.

Barang siapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.

Barang siapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barang siapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.

Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barang siapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.

Penting sekali belajar Alkitab untuk mengerti Firman Tuhan. Membaca Alkitab dan mempelajarinya sangat penting dalam hidup ini. Lalu memberitakan Injil itu penting.

Tuhan Yesus menanamkan keyakinan yang kuat bahwa keselamatan hanya ada di dalam Tuhan Yesus. Tidak ada di tempat lain, tidak ada di nabi lain, atau di dalam acara adat. Bahwa di dalam kegiatan adat tidak ada keselamatan. Adat memang dibutuhkan dan perlu untuk etika hidup manusia. Untuk menjalin silatuhrahmi kekeluargaan. Tapi bukan jadi hal yang utama.

Sebaliknya, orang yang tidak makan daging dan minum darah-Nya, pasti tidak masuk dalam kerajaan sorga. Karena itu penting sekali ikut Sidi, supaya ikut Perjamuan Kudus. Ikut makan roti yang diumpakan daging atau tubuh Tuhan Yesus dan minum anggur yang diibaratkan darah Tuhan Yesus yang tercurah di atas kayu salib.

Darah dan daging Tuhan Yesus menyiratkan bahwa ada peristiwa yang penting dalam kaitan penebusan Tuhan Yesus. Melalui peristiwa penebusan ini, kita memperoleh keselamatan.

Yesus sebagai manusia diutus oleh Bapa ke dalam dunia. Yesus dan Bapa adalah satu, Yohanes 10:30; Aku dan Bapa adalah satu. Yesus itu adalah Allah dan Yesus sebagai manusia.

Yesus dilahirkan tidak seperti manusia biasa. Namun dengan cara yang ajaib, penuh kemuliaan, makanya orang Kristen merayakannya di bulan Desember sebagai simbol kelahiran Yesus.

Meskipun kelahiran Tuhan Yesus sulit dipahami, tetapi bisa dimengerti. Mengapa bisa dimengerti kelahiran Yesus. Ada 4 cara Yesus lahir ke dunia. Pertama, Allah tidak menggunakan laki-laki dan perempuan jadilah Adam. Kedua, Allah tidak menggunakan perempuan, dihadirkannya perempuan, jadilah Hawa dari tulang rusuk Adam. Ketiga tidak menggunakan laki-laki, melainkan hanya menggunakan perempuan, lahirlah Yesus. Keempat Allah menggunakan laki-laki dan perempuan, maka lahirlah kita, lahirlah umat manusia memenuhi bumi.

Ada yang perlu ditafsirkan harfiah dan ada yang tersirat. Mazmur 1:2-3; tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Selamat hari Minggu dan Tuhan memberkati. (*)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *