28 November 2023

Gembala Sidang Gereja Misi Injili Indonesia (GMII) Jemaat Nehemia Rejosari Pekanbaru, Pdt Rudi L M.Th menyampaikan khotbah minggu raya, Minggu 24 September 2023.

Pekanbaru (mediamelayu) – Ketaatan sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah senantiasa tunduk (kepada Tuhan, pemerintah, dan sebagainya); patuh atau kesetiaan kepada sesuatu hal. Sebagai orang Kristen ketaatan itu terarah pada perintah Tuhan. Sebab supaya orang percaya menjadi orang setia dan tunduk kepada Tuhan.

Gembala Sidang Gereja Misi Injili Indonesia (GMII) Jemaat Nehemia Rejosari Pekanbaru, Pdt Rudi L M.Th dalam khotbah minggu raya, Minggu 24 September 2023 mengangkat sebuah tema “Ketaatan Orang Benar.”

Ayat bacaan Firman Tuhan terambil dari Keluaran 40:17-33; Dan terjadilah dalam bulan yang pertama tahun yang kedua, pada tanggal satu bulan itu, maka didirikanlah Kemah Suci.

Musa mendirikan Kemah Suci itu, dipasangnyalah alas-alasnya, ditaruhnya papan-papannya, dipasangnya kayu-kayu lintangnya dan didirikannya tiang-tiangnya. Dikembangkannyalah atap kemah yang menudungi Kemah Suci dan diletakkannyalah tudung kemah di atasnya seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa.

Diambilnyalah loh hukum Allah dan ditaruhnya ke dalam tabut, dikenakannyalah kayu pengusung pada tabut itu dan diletakkannya tutup pendamaian di atas tabut itu. Dibawanyalah tabut itu ke dalam Kemah Suci, digantungkannyalah tabir penudung dan dipasangnya sebagai penudung di depan tabut hukum Allah seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa.

Ditaruhnyalah meja di dalam Kemah Pertemuan pada sisi Kemah Suci sebelah utara, di depan tabir itu. Diletakkannyalah di atasnya roti sajian menurut susunannya, di hadapan Tuhan seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa.

Ditempatkannyalah kandil di dalam Kemah Pertemuan berhadapan dengan meja itu, pada sisi Kemah Suci sebelah selatan. Dipasangnyalah lampu-lampu di atasnya di hadapan Tuhan seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa.

Ditempatkannyalah mezbah emas di dalam Kemah Pertemuan di depan tabir itu. Dibakarnyalah di atasnya ukupan dari wangi-wangian seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa.

Digantungkannyalah tirai pintu Kemah Suci. Mezbah korban bakaran ditempatkannyalah di depan pintu Kemah Suci, yakni Kemah Pertemuan itu, dan dipersembahkannyalah di atasnya korban bakaran dan korban sajian seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa. Ditempatkannyalah bejana pembasuhan di antara Kemah Pertemuan dan mezbah itu, lalu ditaruhnyalah air ke dalamnya untuk pembasuhan.

Musa dan Harun serta anak-anaknya membasuh tangan dan kaki mereka dengan air dari dalamnya. Apabila mereka masuk ke dalam Kemah Pertemuan dan apabila mereka datang mendekat kepada mezbah itu, maka mereka membasuh kaki dan tangan seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa.

Didirikannyalah tiang-tiang pelataran sekeliling Kemah Suci dan mezbah itu, dan digantungkannyalah tirai pintu gerbang pelataran itu. Demikianlah diselesaikan Musa pekerjaan itu.

Kemah suci tempat Kudus di mana Tuhan ada di dalamnya. Masuk kemah suci harus membawa korban ke plataran untuk menebus dosa-dosa.

Allah membersihkan orang berdosa. Allah satu-satunya sumber terang dalam hidup manusia.

Mesbah pembakaran ukupan yang wangi-wangian dihasilkan pembakaran itu, menggambarkan lambang doa kepada Tuhan.

Melalui Korban Bakaran ini bermakna Allah menyelamatkan manusia yang terikat dengan dosa. Tuhan berinisiatif mencari manusia yang berdosa untuk diselamatkan.

Tabir kemah suci ini adalah pemisah yang bermakna batasan absolut antara Allah dengan umat-Nya atau antara Allah dengan manusia.

Tabir perjanjian bermakna Allah memerintah atas semua umat-Nya.

Pintu gerbang pelataran bermakna hanya ada satu pintu untuk mendekat kepada Allah. Yohanes 14:6; kata Yesus kepadanya, Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku”.

Yesus Kristus adalah satu-satunya pintu keselamatan.

Cara supaya manusia taat tentang kehadiran Yesus yang rela memberikan dirinya mati dan dipaku di kayu salib untuk menebus dosa manusia. Manusia pasti dan harus mau mengikut-Nya karena sudah menjadi juruselamat manusia itu.

Cara untuk taat adalah mengikuti perintah Tuhan dalam hidup ini.

Dampak dari ketaan akan menerima balasan dari Tuhan. Amsal 13:13; Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan. Siapa menghina firman akan menanggung kehancuran, tetapi dia yang takut terhadap perintah akan menerima upahnya.

Wahyu 22:12; “Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya. “Dengarlah, Aku segera datang! Dan, Aku membawa upah-Ku, untuk membalas setiap orang menurut perbuatannya.

Sementara, kalau tidak taat dampaknya adalah dosa. Matius 4:10-11; Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus. Selamat hari Minggu dan Tuhan memberkati.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *