MEDIAMELAYU.COM, PEKANBARU – Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) sukses menyelenggarakan silaturahmi akbar bertajuk “Tali Berpilin Tiga” yang menyatukan seluruh elemen kekuatan daerah di Pekanbaru, Minggu (12/4/2026). Pertemuan strategis ini menjadi momentum konsolidasi antara Pemerintah Daerah, tokoh adat, ulama, serta para wakil rakyat Riau yang duduk di kursi DPR dan DPD RI.
Anggota DPR RI Dapil Riau 1, Hendry Munief, MBA, menyambut positif agenda ini sebagai langkah konkret dalam merencanakan serta mengevaluasi arah pembangunan Riau secara kolektif. Ia menegaskan bahwa kekompakan seluruh elemen daerah sangat mutlak diperlukan, terutama dalam upaya menjemput “kue pembangunan” dari pemerintah pusat melalui alokasi APBN yang lebih maksimal bagi Bumi Lancang Kuning.
Hendry Munief menyoroti bahwa ketergantungan pada APBD saat ini tidak lagi mencukupi untuk membiayai proyek-proyek besar di daerah. Oleh karena itu, ia mengajak para bupati dan wali kota se-Provinsi Riau untuk lebih gencar bergotong royong menjemput anggaran pusat. Sebagai anggota legislatif di Senayan, Hendry menegaskan perannya sebagai pintu masuk utama bagi pemda untuk menembus kebijakan di berbagai kementerian.
Dalam kesempatan tersebut, Hendry juga memaparkan progres perjuangan di tingkat pusat, mulai dari pengusulan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Riau hingga pendampingan intensif bagi pelaku UMKM dan Ekonomi Kreatif. Dukungan lain berupa penyaluran dana CSR dan fasilitas koordinasi lintas komisi di DPR RI juga terus digesa guna memastikan kepentingan daerah tersampaikan dengan baik di level nasional.
Ketua Umum FKPMR, Raja Mambang Mit, menyatakan bahwa pertemuan ini telah melahirkan kesepakatan besar untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara Gubernur, Ketua DPRD, LAM Riau, MUI, serta perwakilan pusat (DPR/DPD RI) disepakati menjadi satu kekuatan utuh yang tidak lagi berjalan sendiri-sendiri dalam memperjuangkan hak-hak daerah demi kesejahteraan masyarakat.
Kesepakatan “Tali Berpilin Tiga” ini diharapkan menjadi titik balik bagi percepatan pembangunan Riau yang lebih merata. Dengan adanya dukungan dari sektor vokasi pendidikan hingga penguatan infrastruktur strategis, Riau diproyeksikan mampu menghadapi tantangan ekonomi ke depan dengan lebih tangguh melalui kolaborasi yang terlembaga antara eksekutif, legislatif, dan tokoh pemuka masyarakat.
Sumber : Kabar Melayu
