Padukan Nilai Islam dan Melayu, Buku Saleh Djasit Tuai Pujian dari Tokoh Adat serta Akademisi Riau

Padukan Nilai Islam dan Melayu, Buku Saleh Djasit Tuai Pujian dari Tokoh Adat serta Akademisi Riau

MEDIAMELAYU.COM, PEKANBARU – Peluncuran buku autobiografi Brigjen TNI (Purn) H. Saleh Djasit berjudul Jalan Hidup Anak Pujud di Balai Adat LAMR Provinsi Riau, Rabu (15/4/2026), menjadi ajang refleksi bagi para tokoh penting di Bumi Lancang Kuning. Sejumlah tokoh dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi hingga pemuka adat, memberikan testimoni mendalam mengenai sosok Saleh Djasit yang dinilai memiliki karakter kepemimpinan kuat namun tetap berakar pada nilai kearifan lokal Melayu.

Almarhum Dr. drh. H. Chaidir, MM, yang pernah menjabat sebagai Ketua FKPMR, dalam catatan testimoninya menggambarkan sosok Saleh Djasit sebagai pemimpin yang memiliki kerendahan hati yang murni. Menurutnya, sikap humble tersebut sudah terpatri kuat dalam kepribadian Saleh Djasit tanpa perlu dibuat-buat. Pandangan ini menegaskan bahwa integritas seorang pemimpin Melayu sejati terletak pada kedekatannya dengan masyarakat.

Dari sisi akademisi, Prof. Dr. Muchtar Ahmad, M.Sc., Rektor Universitas Riau periode 1997–2006, menyoroti pesan penting mengenai peran kaum intelektual dalam pembangunan daerah. Ia mengingatkan kembali bahwa Riau digagas oleh kalangan terpelajar seperti Raja Ali Haji. Pesan senada juga disampaikan kepada Saleh Djasit agar keberlanjutan pembangunan Riau ke depan tidak boleh terlepas dari kontribusi pemikiran kritis kaum intelektual.

Ketua Umum MKA LAM Riau, Datuk Seri Raja Marjohan Yusuf, memberikan apresiasi tinggi dengan menyebut Saleh Djasit sebagai peletak dasar pembangunan di Riau. Banyak pihak memandang kebijakan strategis yang diambil Saleh Djasit di masa lalu menjadi fondasi bagi kemajuan Riau saat ini. Datuk Seri Raja Marjohan berharap tokoh senior ini terus diberikan kesehatan agar tetap bisa menjadi kompas bagi generasi penerus.

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Dr. Saidul Amin, MA, melihat adanya panggilan moral yang kuat dalam diri Saleh Djasit untuk mensinergikan nilai keislaman dengan budaya Melayu. Upaya memadukan religiusitas dengan kearifan lokal ini dipandang sebagai langkah cerdas dalam membangun peradaban Melayu yang gemilang, sebagaimana yang tercermin dalam isi buku autobiografinya.

Rangkaian testimoni dari para tokoh ini tidak hanya memperkaya isi buku Jalan Hidup Anak Pujud, tetapi juga menjadi pengingat bagi generasi muda tentang pentingnya karakter dalam kepemimpinan. Acara peluncuran buku ini sukses menjadi ruang diskusi untuk menggali kembali nilai-nilai luhur kepemimpinan Melayu yang relevan dalam menjawab tantangan zaman dan menjaga marwah Riau di masa depan.

Sumber : Media Center Riau

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *