MEDIAMELAYU.COM, PEKANBARU – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Riau resmi memulai operasional pemberangkatan jemaah haji tahun 1447 H / 2026 M. Sebanyak 4.704 jemaah asal Bumi Lancang Kuning, yang terdiri dari 4.661 jemaah dan 43 petugas, dipastikan mendapatkan pelayanan maksimal mulai dari tahapan administrasi di daerah hingga proses teknis di Embarkasi Batam sebelum diterbangkan menuju Arab Saudi.
Kepala Kanwil Kemenhaj Riau, Defizon, mengonfirmasi bahwa rombongan pertama yang tergabung dalam Kloter BTH 03 asal Kota Pekanbaru dijadwalkan terbang ke Tanah Suci tepat pada hari ini, Jumat (24/4/2026). Prosesi pelepasan dilakukan secara khidmat oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau di Aula II Asrama Haji Batam. Jemaah Riau tahun ini terbagi dalam beberapa kelompok terbang, di mana gelombang pertama (Kloter 3-12) akan mendarat di Madinah, sementara gelombang kedua (Kloter BTH 18) akan menuju Jeddah.
Berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya, pola pemberangkatan tahun 2026 kembali menggunakan skema Embarkasi Batam secara penuh. Artinya, para jemaah tidak lagi melalui jalur Embarkasi Antara di Pekanbaru, melainkan langsung menuju Batam baik melalui jalur udara maupun laut. Jemaah dari kabupaten seperti Pekanbaru, Kampar, dan Rokan Hulu menggunakan jalur penerbangan, sementara daerah pesisir seperti Dumai, Bengkalis, hingga Kepulauan Meranti menggunakan transportasi laut menuju titik kumpul di Batam.
Dari sisi kelengkapan dokumen, Kanwil Kemenhaj Riau memastikan seluruh paspor dan visa jemaah telah rampung 100 persen. Perlengkapan pendukung seperti koper jemaah dan buku panduan manasik juga telah terdistribusi secara menyeluruh. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kendala teknis saat jemaah tiba di Arab Saudi, sehingga mereka dapat fokus sepenuhnya pada rangkaian ibadah tanpa harus mengkhawatirkan persoalan administratif.
Defizon memberikan catatan khusus terkait kondisi kesehatan jemaah, mengingat sekitar 76,2 persen jemaah asal Riau masuk dalam kategori risiko tinggi (risti). Mengingat ibadah haji merupakan ibadah fisik yang berat, para jemaah diimbau untuk menjaga stamina, rutin berolahraga ringan, serta mempelajari kembali tata cara manasik. Pemahaman yang matang mengenai urutan ibadah dan doa-doa penting diharapkan dapat mencegah jemaah mengalami kebingungan atau kelelahan mental selama di lapangan.
Pemerintah menjamin seluruh kebutuhan logistik, mulai dari konsumsi hingga transportasi di Tanah Suci, telah disiapkan dengan standar pelayanan terbaik. Pihak Kanwil Kemenhaj meminta agar para jemaah berangkat dengan perasaan senang dan optimis, karena kondisi psikologis yang bahagia akan sangat berpengaruh pada ketahanan fisik. Dengan koordinasi yang solid antar-petugas, diharapkan seluruh jemaah haji Riau dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.
Sumber : Media Center Riau
