MEDIAMELAYU.COM — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pekanbaru secara masif mengintensifkan pengawasan terhadap keamanan komoditas pangan yang beredar selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Langkah preventif ini diwujudkan melalui inspeksi mendadak dan uji petik di pusat jajanan takjil Jalan WR Supratman, Kota Pekanbaru, guna menjamin perlindungan konsumen dari risiko paparan zat kimia berbahaya. Sinergi antara otoritas pengawas dengan Pemerintah Kota Pekanbaru ini merupakan bagian dari instrumen kendali mutu untuk memastikan ekosistem niaga pangan tetap memenuhi standar kesehatan publik yang ketat.
Kepala BBPOM di Pekanbaru, Alex Sander, memimpin langsung jalannya operasi lapangan tersebut pada Minggu (8/3/2026). Dalam pelaksanaannya, tim gabungan mengedepankan pendekatan asistensi edukatif melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada para pelaku usaha mikro dan pengunjung pasar. Penyerahan literatur berupa leaflet dan brosur panduan keamanan pangan menjadi strategi BBPOM untuk meningkatkan literasi masyarakat, sehingga konsumen mampu secara mandiri mengidentifikasi produk yang layak konsumsi berdasarkan prinsip keamanan pangan nasional.
Sebagai langkah verifikasi teknis, tim analis BBPOM melakukan sampling terhadap sejumlah produk pangan yang secara empiris memiliki risiko tinggi penyalahgunaan bahan tambahan pangan (BTP) ilegal. Fokus pengawasan diarahkan pada deteksi kandungan residu kimia berbahaya seperti Formalin, Boraks, Rhodamin B, dan Metanil Yellow. Upaya proaktif ini bertujuan untuk memitigasi potensi gangguan kesehatan masyarakat yang seringkali muncul akibat fluktuasi permintaan pangan yang tinggi di masa musiman seperti bulan suci Ramadan.
Dalam operasionalisasi di lapangan, petugas mengambil 15 sampel produk pangan populer, mulai dari olahan protein seperti bakso dan tahu goreng, hingga minuman segar dan aneka mi. Seluruh sampel tersebut langsung diuji secara akurat menggunakan fasilitas Laboratorium Keliling yang dilengkapi dengan rapid test kit. Metode uji cepat ini memungkinkan otoritas untuk memberikan kepastian keamanan pangan secara real-time kepada masyarakat, sekaligus menjadi bentuk pengawasan transparan yang dapat disaksikan langsung oleh publik di lokasi pasar.
Berdasarkan hasil parameter pengujian laboratorium, Alex Sander mengonfirmasi bahwa seluruh sampel yang diuji menunjukkan hasil negatif terhadap kandungan bahan berbahaya atau dinyatakan Memenuhi Syarat (MS). Temuan ini mencerminkan tren positif pada tingkat kepatuhan pedagang takjil di kawasan tersebut dalam menjaga integritas bahan baku pangan. Meski demikian, BBPOM menegaskan akan terus melakukan pemantauan berkala guna memastikan konsistensi para produsen dalam menjaga kualitas produk yang ditawarkan kepada konsumen.
Melalui intensifikasi pengawasan ini, BBPOM di Pekanbaru berharap dapat menciptakan ketenangan bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah Ramadan tanpa rasa khawatir terhadap kualitas pangan. Kewaspadaan kolektif antara otoritas, pelaku usaha, dan konsumen dipandang sebagai kunci utama dalam menjaga keamanan hayati dan ketahanan pangan daerah. BBPOM berkomitmen untuk terus mengawal peredaran obat dan makanan di berbagai titik strategis lainnya, guna memastikan masyarakat mendapatkan akses terhadap pangan yang aman, bermutu, dan bermanfaat.
Sumber : Media Center Riau
