Hendry Munief Ajak Masyarakat Aktualisasikan Amaliah Ramadhan dalam Kehidupan Sosial Sehari-hari

Hendry Munief Ajak Masyarakat Aktualisasikan Amaliah Ramadhan dalam Kehidupan Sosial Sehari-hari

MEDIAMELAYU.COM , PEKANBARU– Anggota DPR RI Fraksi PKS Daerah Pemilihan (Dapil) Riau 1, Hendry Munief, MBA, berkesempatan menjadi khatib dalam pelaksanaan salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Al-Kautsar, Pekanbaru. Dalam pesan religinya, legislator yang duduk di Komisi VII ini mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat “tenun persaudaraan” serta mengaktualisasikan nilai-nilai amaliah Ramadan ke dalam kehidupan sosial sehari-hari.

Hendry menekankan bahwa rajutan persaudaraan yang erat, baik dalam skala lokal Riau maupun nasional, menjadi fondasi utama dalam menghadapi tantangan zaman. Menurutnya, kondisi ekonomi global dan situasi dunia yang penuh ketidakpastian menuntut solidaritas yang kokoh di antara sesama warga negara. Persaudaraan bukan sekadar ikatan emosional, melainkan kunci strategis untuk bertahan dan bangkit dari berbagai kesulitan saat ini.

Lebih lanjut, tokoh politik asal Riau ini menjelaskan bahwa esensi ibadah Ramadan adalah pelatihan pengendalian diri dan disiplin sosial. Ia mencontohkan bagaimana zakat berfungsi sebagai instrumen kepedulian nyata, sementara puasa melatih manusia untuk menahan diri dari tindakan yang tidak semestinya. Nilai-nilai kedisiplinan dan spiritualitas yang terbentuk selama satu bulan penuh diharapkan tetap terjaga meski bulan suci telah berlalu.

“Ibadah puasa, zakat, hingga tadarus Al-Qur’an pada hakikatnya mendisiplinkan kita sebagai makhluk sosial. Idulfitri memberikan pelajaran berharga tentang cara merajut silaturahmi dengan baik. InsyaAllah, apa yang kita tanam selama Ramadan harus mampu membentengi kita di luar bulan tersebut,” ujar Hendry Munief saat dikonfirmasi oleh jurnalis mediamelayu.com, Senin (23/3/2026).

Dalam khutbahnya yang menyentuh, Hendry juga menyelipkan pesan mendalam tentang pentingnya berbakti kepada orang tua. Ia mengisahkan keteladanan Uwais Al-Qarni, sosok yang dikenal sangat memuliakan ibundanya. Kisah perjalanan Uwais yang menggendong ibunya dari Yaman menuju Makkah sejauh 1.400 kilometer menjadi pengingat bagi jamaah akan dahsyatnya keberkahan dari bakti seorang anak kepada orang tua.

Menutup rangkaian pesannya, Hendry berharap momentum 1 Syawal 1447 H ini menjadi titik balik bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Dengan semangat Idulfitri, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk meninggalkan ego pribadi dan kolektif demi kepentingan yang lebih besar. Semangat silaturahmi ini diharapkan terus mengalir dan memperkuat kohesi sosial di tengah dinamika masyarakat yang beragam.

Sumber : Kabar Melayu

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *