Dukung Wisatawan Asia Tenggara, Komisi VII DPR RI Desak Aktivasi Ro-Ro Dumai-Melaka Sebagai Hub Internasional

Dukung Wisatawan Asia Tenggara, Komisi VII DPR RI Desak Aktivasi Ro-Ro Dumai-Melaka Sebagai Hub Internasional

MEDIAMELAYU.COM , JAKARTA – Di tengah penurunan kunjungan wisatawan mancanegara dari pasar Eropa dan Amerika akibat dinamika pasar global, Pemerintah Indonesia kini melirik potensi besar wisatawan dari Asia Tenggara (Short Haul). Langkah strategis ini mendapat dukungan penuh dari Anggota Komisi VII DPR RI asal Riau, Hendry Munief, MBA.

Hendry menilai, fokus pada pasar ASEAN sangat realistis untuk mengompensasi hilangnya potensi devisa akibat konflik internasional. Berdasarkan data terbaru, penutupan wilayah udara di Timur Tengah pada Maret 2026 telah menyebabkan pembatalan sekitar 770 penerbangan menuju Indonesia, dengan potensi kerugian devisa mencapai Rp2,04 triliun.

“Mengejar potensi wisatawan short haul dari negara-negara ASEAN adalah langkah yang paling masuk akal saat ini. Untuk mensukseskan ini, pemerintah harus segera merealisasikan pengembangan Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) Dumai-Melaka sebagai Hub Internasional Indonesia,” tegas Hendry Munief, Rabu (8/4/2026).

Menurut legislator dari Fraksi PKS ini, Riau memiliki posisi geografis yang sangat strategis sebagai pintu masuk dari negara tetangga. Penggunaan jalur laut melalui Ro-Ro dinilai jauh lebih ekonomis dibandingkan jalur udara, terutama di tengah fluktuasi harga minyak dunia yang cenderung meningkat. Selain itu, adanya Tol Trans Sumatera yang menghubungkan Dumai dengan kota-kota besar di Sumatera menjadi nilai tambah aksesibilitas yang luar biasa.

“Riau sangat layak menjadi Hub Internasional. Selain faktor biaya yang lebih murah, pasar ASEAN didominasi oleh suku Melayu yang memiliki kedekatan budaya yang sangat kuat dengan masyarakat Sumatera. Ini adalah modal besar untuk meningkatkan kunjungan wisata dan investasi,” tambahnya.

Hendry juga menekankan bahwa aktivasi Ro-Ro Dumai-Melaka bukan hanya soal pariwisata, tetapi juga akan memacu sektor industri dan ekspor produk Indonesia ke pasar regional. Sinergi antara Kementerian Pariwisata dan kementerian terkait lainnya diharapkan segera membuahkan aksi nyata di lapangan guna memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui sektor pariwisata yang lebih inklusif di wilayah Barat Indonesia.

Sumber : Kabar Melayu

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *