MEDIAMELAYU.COM , PEKANBARU – Kota Pekanbaru resmi menjadi pusat perhatian dunia dalam pengembangan sektor agrikultur berkelanjutan. Forum ilmiah internasional bertajuk “The 3rd Integrated Cattle and Oil Palm (ICOP) Conference 2026” resmi digelar pada 8-10 April 2026. Acara berskala global ini mempertemukan para peneliti, akademisi, praktisi industri, hingga pembuat kebijakan untuk merumuskan masa depan integrasi sawit-sapi berbasis riset.
Sebagai pembuka rangkaian kegiatan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar jamuan makan malam (welcome dinner) bagi para delegasi di Balai Pauh Janggi, Komplek Kediaman Gubernur Riau, Selasa (7/4/2026) malam. Sekretaris Daerah (Sekda) Riau, Syahrial Abdi, menyambut hangat kehadiran para peserta dari berbagai instansi nasional maupun internasional.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Riau, kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gapensiska dan Centras IPB yang telah mempercayakan Riau sebagai penyelenggara forum penting ini,” ujar Syahrial Abdi dalam sambutannya.
Syahrial menekankan bahwa konferensi ini sejalan dengan visi Pemprov Riau dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif, mandiri, dan berdaya saing. Penguatan sub-sektor perkebunan dan peternakan melalui model integrasi dinilai mampu memberikan nilai manfaat ganda (double benefit), yakni peningkatan produktivitas kelapa sawit sekaligus lonjakan populasi ternak sapi, yang pada akhirnya berdampak pada penurunan angka kemiskinan dan pengangguran di Riau.
Konferensi internasional ini diselenggarakan oleh Center for Tropical Animal Studies (CENTRAS) IPB University bekerja sama dengan mitra strategis seperti GAPENSISKA, UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Wageningen University & Research, Pemprov Riau, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Mengusung tema penguatan sistem integrasi berbasis agroekologi, forum ini menargetkan terciptanya pertanian regeneratif sebagai solusi tantangan ketahanan pangan global dan perubahan iklim.
Dengan keterlibatan pakar dari mancanegara, ICOP 2026 diharapkan mampu melahirkan rekomendasi kebijakan dan inovasi teknologi yang aplikatif bagi para petani sawit di Riau, guna mengoptimalkan efisiensi lahan menuju pengelolaan sumber daya alam yang maksimal dan berkelanjutan.
Sumber : Media Center Riau
