MEDIAMELAYU.COM, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) mulai melakukan seleksi ketat terhadap sapi bantuan Presiden (Banpres) untuk Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 M. Sebanyak 13 ekor sapi unggulan dari seluruh kabupaten dan kota di Riau telah diajukan dengan kriteria utama bobot hidup terbesar. Sapi-sapi ini merupakan hasil kurasi awal dari peternak lokal yang akan bersaing untuk ditetapkan sebagai hewan kurban resmi orang nomor satu di Indonesia tersebut.
Kepala DPKH Riau, Mimi Yuliani Nazir, menyatakan bahwa usulan ini masih bersifat sementara dan menunggu keputusan resmi dari Sekretariat Presiden serta Ditjen PKH. Untuk tingkat provinsi, kandidat terkuat saat ini adalah sapi jenis Simental milik peternak Franto KSR dengan bobot fantastis mencapai 1.013 kilogram. Sementara di tingkat kabupaten/kota, para peternak juga mengusulkan jagoannya, seperti sapi jenis Brangus seberat 1.000 kilogram dari Indragiri Hilir milik peternak Zaini.
Guna memastikan validitas data, tim DPKH Riau menjadwalkan verifikasi lapangan mulai Senin (27/4/2026) ke sejumlah daerah, termasuk Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir. Verifikasi ini bertujuan untuk melihat langsung kondisi fisik hewan, memastikan kesehatan, serta kelayakan sarana distribusi. Selain bobot yang jumbo, aspek kesehatan menjadi harga mati agar sapi yang terpilih benar-benar memenuhi standar syariat dan kualitas sebagai hewan kurban Presiden.
Data usulan dari daerah lain juga menunjukkan persaingan yang kompetitif. Bengkalis mengusulkan sapi Simental seberat 961 kg, Pelalawan 955 kg, dan Rokan Hilir dengan jenis silangan BC x Bali seberat 950 kg. Tak ketinggalan, Kampar mengusulkan jenis Brahman Cross seberat 923 kg, sementara daerah lain seperti Dumai, Pekanbaru, dan Indragiri Hulu juga mengajukan sapi dengan bobot di atas 900 kilogram. Keragaman jenis sapi mulai dari Limosin, Brangus, hingga Brahman ini menunjukkan keberhasilan pembibitan peternak lokal Riau.
Mimi menegaskan bahwa program tahunan ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan juga stimulus bagi para peternak lokal untuk terus meningkatkan kualitas ternak mereka. Prestasi peternak dalam menghasilkan sapi berbobot di atas satu ton diharapkan dapat memotivasi pelaku usaha peternakan lainnya di Bumi Lancang Kuning. Keputusan final mengenai sapi mana yang akan dibeli oleh Sekretariat Presiden baru akan diumumkan setelah seluruh rangkaian pemeriksaan kesehatan dan administrasi rampung 100 persen.
Masyarakat diharapkan bersabar menunggu hasil pengumuman resmi tersebut. Sapi yang terpilih nantinya tidak hanya menjadi kebanggaan bagi sang peternak, tetapi juga simbol keberhasilan ketahanan pangan dan kesehatan hewan di Provinsi Riau. Dengan proses seleksi yang transparan dan profesional, diharapkan bantuan kemanusiaan dari Presiden ini dapat didistribusikan dengan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan pada hari raya kurban mendatang.
Sumber : Media Center Riau
