Tragedi Stasiun Bekasi Timur, 15 Korban Tewas dan 84 Luka-luka, Tim DVI Identifikasi Sepuluh Jenazah

Tragedi Stasiun Bekasi Timur, 15 Korban Tewas dan 84 Luka-luka, Tim DVI Identifikasi Sepuluh Jenazah

MEDIAMELAYU.COM, JAKARTA – Insiden kecelakaan maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam menyisakan duka mendalam dengan total korban tewas mencapai 15 orang. Tim medis dari RS Polri Kramat Jati terus bekerja keras melakukan proses identifikasi dan penanganan terhadap para korban yang tiba sejak malam kejadian. Hingga Selasa sore, pihak kepolisian telah memberikan konfirmasi resmi mengenai jumlah korban jiwa dalam tragedi transportasi tersebut. “Iya, ada 15 meninggal dunia,” kata Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Kombes Pol dr. Martinus Ginting.

Selain korban meninggal dunia, PT KAI mencatat sebanyak 84 orang mengalami luka-luka dan saat ini sedang menjalani perawatan intensif di sembilan rumah sakit berbeda di wilayah Bekasi. Direktur Utama PT KAI memastikan bahwa seluruh korban mendapatkan penanganan medis yang maksimal di fasilitas kesehatan seperti RSUD Kota Bekasi, RS Primaya, hingga RS Mitra Keluarga. Perusahaan berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kondisi kesehatan para penyintas dan memberikan dukungan penuh selama masa pemulihan. “Terdapat 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan,” ungkap Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin.

Tim DVI Polri yang terdiri dari berbagai unsur kedokteran forensik telah berhasil menyelesaikan pemeriksaan terhadap 10 kantong jenazah yang masuk ke RS Polri hingga pukul 13.00 WIB. Proses identifikasi dilakukan dengan mencocokkan data primer dan sekunder dari pihak keluarga guna memastikan validitas identitas setiap jenazah sebelum diserahkan kepada ahli waris. Pihak rumah sakit menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban yang ditinggalkan. “Tim DVI Polri dan Dokter Forensik telah menyelesaikan seluruh pemeriksaan terhadap 10 kantong jenazah yang dikirim dari TKP,” kata Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen Prima Heru Yuliharyono.

Berdasarkan hasil sidang rekonsiliasi, sepuluh jenazah telah berhasil teridentifikasi secara akurat dan mayoritas korban merupakan perempuan dengan rentang usia 19 hingga 52 tahun. Pihak kepolisian mengimbau bagi keluarga lainnya yang merasa kehilangan anggota famili untuk segera melapor ke posko ante-mortem guna mempercepat identifikasi sisa jenazah lainnya. Penyerahan jenazah dilakukan segera setelah proses administrasi dan identifikasi dinyatakan rampung sepenuhnya. “Pada pukul 14.00 WIB telah dilaksanakan sidang rekonsiliasi untuk menentukan identitas korban dan memutuskan 10 jenazah telah berhasil diidentifikasi,” ungkap Brigjen Prima Heru.

Kronologi kecelakaan mengerikan ini bermula saat KRL Commuter Line tujuan Cikarang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur karena adanya kendala teknis pada jalur tersebut. Saat posisi KRL masih dalam keadaan berhenti, KA Argo Bromo Anggrek melaju kencang dari arah belakang di jalur yang sama sehingga benturan keras tidak terelakkan. Dampak tabrakan yang sangat kuat menyebabkan kerusakan parah pada bagian belakang KRL dan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dalam jumlah yang besar di lokasi kejadian. Penyelidikan mendalam masih terus dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kegagalan sistem komunikasi atau operasional tersebut.

Pemerintah dan otoritas transportasi berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan perjalanan kereta api guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa depan. Fokus saat ini adalah memastikan seluruh korban luka mendapatkan biaya pengobatan dan santunan yang menjadi hak mereka sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang sambil menunggu hasil investigasi resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). “Kecelakaan ini mengakibatkan 15 orang meninggal dan 84 mengalami luka-luka,” tutup laporan terkini di lapangan.

Sumber : Tribun Pekanbaru

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *