Dukung Pembangunan Pasar Induk, Bupati Inhil Relokasi Pedagang Pasar Subuh ke Lokasi Baru

Dukung Pembangunan Pasar Induk, Bupati Inhil Relokasi Pedagang Pasar Subuh ke Lokasi Baru

MEDIAMELAYU.COM, TEMBILAHAN – Bupati Indragiri Hilir, Herman, secara resmi mengumumkan rencana pembangunan Pasar Induk Jalan Yos Sudarso yang dirancang menjadi pusat perbelanjaan megah dan modern di Kota Tembilahan. Sebagai konsekuensi dari proyek besar tersebut, seluruh pedagang yang selama ini beraktivitas di Pasar Subuh akan direlokasi ke lokasi baru yang bertempat di lapangan eks Jalan Kapten Muhtar. Langkah strategis ini diambil pemerintah daerah untuk memastikan proses konstruksi pasar induk berjalan lancar tanpa hambatan teknis di lapangan. Hal tersebut ditegaskan Bupati saat menggelar pertemuan tertutup bersama perwakilan pedagang di rumah dinasnya guna menyamakan persepsi terkait kebijakan relokasi ini.

Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa perpindahan tempat berjualan ini merupakan bagian dari misi besar penataan tata ruang kota agar lebih bersih, nyaman, dan teratur bagi masyarakat. Penataan ini juga bertujuan untuk menghilangkan kesan kumuh di pusat kota serta menciptakan ekosistem pasar tradisional yang mampu bersaing dengan ritel modern dalam hal pelayanan dan kebersihan. Pemerintah menjamin bahwa lokasi baru telah disiapkan sedemikian rupa agar aktivitas jual beli tetap berjalan kondusif tanpa menurunkan omzet para pedagang. “Pedagang subuh akan menempati lokasi baru yang ditentukan tanpa terkecuali, agar tetap terkonsentrasi pada satu titik,” tegas Herman, Senin (27/4/2026).

Ketegasan pemerintah dalam menata pedagang ini juga diikuti dengan peringatan bagi pihak-pihak yang mencoba melanggar kesepakatan dengan tetap berjualan di area terlarang. Penertiban akan dilakukan secara persuasif namun tegas oleh petugas berwenang jika masih ditemukan pedagang yang tidak mengindahkan lokasi yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Fokus utamanya adalah menjaga agar konsentrasi pedagang tidak terpecah, sehingga memudahkan pengawasan serta pengelolaan kebersihan lingkungan pasar secara berkala. “Jika masih ada yang tidak mengindahkan dan tetap berjualan di luar lokasi yang sudah ditetapkan, akan kita tertibkan,” ungkapnya lagi.

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir berkomitmen kuat untuk mengangkat martabat pasar tradisional melalui manajemen pengelolaan yang lebih profesional di bawah wewenang langsung pemerintah daerah. Dengan adanya sentralisasi lokasi, pemerintah yakin bahwa pengawasan terhadap distribusi barang dan stabilitas harga akan menjadi lebih mudah terpantau oleh dinas terkait. Harapannya, transformasi ini dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan para pedagang itu sendiri. “Agar lebih mudah pengelolaan pasar subuh ini, kami minta kepada seluruh pedagang subuh untuk berdagang di satu lokasi yang sudah ditentukan,” ujarnya.

Merespons kebijakan tersebut, para pedagang yang diwakili oleh ketuanya menyatakan dukungan penuh dan siap bekerja sama dengan pemerintah untuk menyukseskan pembangunan Pasar Induk Yos Sudarso. Mereka menyadari bahwa lingkungan berjualan yang lebih rapi dan bebas dari pungutan liar adalah dambaan seluruh pedagang guna kelancaran usaha jangka panjang. Dukungan ini menjadi sinyal positif bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat di Indragiri Hilir berjalan dengan baik demi kemajuan infrastruktur daerah. “Kami menyambut positif kebijakan yang sudah ditetapkan Bupati. Kami mendukung sepenuhnya agar proses pembangunan Pasar Induk Yos Sudarso dapat dikerjakan tanpa adanya hambatan,” kata Ketua Pedagang Pasar Subuh, Arfandi.

Penataan pedagang pasar subuh ini menjadi tonggak awal dari dimulainya pembangunan fisik pasar induk yang telah lama dinantikan oleh masyarakat Inhil. Selain sebagai pusat ekonomi, pasar baru ini nantinya diproyeksikan menjadi ikon kemajuan tata kota Tembilahan yang lebih modern namun tetap mempertahankan kearifan lokal. Dengan relokasi yang tertib, aktivitas ekonomi kerakyatan dipastikan tidak akan terganggu selama masa transisi pembangunan berlangsung. “Penataan pasar justru akan memberikan dampak positif bagi pedagang karena menciptakan lingkungan berjualan yang lebih rapi dan nyaman serta tidak ada pungutan liar,” tutup Arfandi dalam pertemuan tersebut.

Sumber : Kabar Melayu

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *