Diskes Pastikan Riau Masih Nihil Kasus Hantavirus, Warga Diimbau Waspadai Penularan Lewat Tikus

Diskes Pastikan Riau Masih Nihil Kasus Hantavirus, Warga Diimbau Waspadai Penularan Lewat Tikus

MEDIAMELAYU.COM, PEKANBARU – Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum ditemukan adanya laporan kasus positif maupun suspek hantavirus di seluruh wilayah kabupaten dan kota se-Provinsi Riau. Otoritas kesehatan daerah bergerak cepat memperketat fungsi pengawasan epidemiologi di lapangan sebagai langkah antisipasi dini terhadap potensi persebaran jenis penyakit menular tersebut. Kendati kondisi domestik dipastikan masih berada dalam zona aman, jajaran tim medis di tingkat daerah tetap disiagakan sembari menunggu instruksi taktis dan petunjuk teknis operasional dari kementerian pusat terkait skema penanganan jika ditemukan adanya indikasi klinis di tengah masyarakat.

Langkah mitigasi penyakit yang bersumber dari faktor lingkungan ini memerlukan kesiapsiagaan regulasi yang matang guna menentukan arah tindakan kuratif maupun rehabilitatif secara tepat. Pemerintah daerah memfokuskan strategi pencegahan melalui edukasi masif mengenai penerapan pola hidup bersih dan sehat di tingkat rumah tangga. Mengingat vektor utama penyebaran virus ini bersumber dari hewan pengerat, kebersihan sanitasi lingkungan permukiman dan tata kelola pembuangan sampah domestik menjadi prioritas utama yang harus dibenahi oleh warga guna memutus mata rantai perkembangbiakan tikus di sekitar tempat tinggal. “Virus ini kan mengarah pada penyakit menular, jadi memang harus kita tunggu surat edaran dari Kemenkes. Untuk bagaimana tindakan preventif, kuratif dan rehabilitatifnya,” ujar Kepala Diskes Riau, Zulkifli.

Pihak otoritas medis menghendaki masyarakat untuk mengoptimalkan perlindungan mandiri terhadap komoditas bahan pangan dengan menyimpannya di wadah yang aman dan tertutup rapat agar terhindar dari kontaminasi cairan tubuh satwa liar tersebut. Selain itu, warga diminta untuk tidak menyepelekan gejala gangguan kesehatan yang menyerupai infeksi saluran pernapasan akut maupun demam tinggi yang disertai nyeri otot ekstrem. Akses layanan pemeriksaan medis di pusat kesehatan masyarakat terdekat diinstruksikan untuk segera dihubungi apabila masyarakat mendapati adanya indikasi klinis yang mengarah pada gejala penularan pasca-kontak lingkungan. “Penularannya memang dari tikus. Untuk itu, mengimbau masyarakat untuk menerapkan PHBS, sebagai langkah awal pencegahan. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta menghindari kontak langsung dengan tikus dan kotorannya,” tambahnya.

Berdasarkan tinjauan data surveilans dari Kementerian Kesehatan RI, sebaran kasus yang terdeteksi di tingkat nasional sejauh ini masih didominasi oleh tipe haemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS) dengan galur spesifik Seoul Virus, dan bukan jenis hanta pulmonary syndrome (HPS) yang sempat memicu kekhawatiran global. Pemantauan berkala secara digital terhadap grafik fluktuasi kasus suspek di sejumlah provinsi luar Riau terus diintegrasikan secara berkala. Melalui komitmen transparansi data dan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dasar ini, pemerintah daerah optimistis dapat meminimalkan risiko ancaman kesehatan masyarakat sekaligus menjaga iklim sosial di Provinsi Riau tetap kondusif dan bebas dari kepanikan kolektif.

Sumber: Kabarmelayu.com

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *