MEDIAMELAYU.COM, KAMPAR – Semangat gotong royong dan soliditas sosial kemasyarakatan ditunjukkan secara nyata oleh anak kemanakan Persukuan Melayu Dt Majolelo Pulau Belimbing, Kenegerian Kuok. Melalui sistem swadaya mandiri dan kerja bakti massal, pembangunan fisik gedung Balai Adat Persukuan Melayu Dt Majolelo kini telah sukses merampungkan fase krusial, yakni pengecoran lantai dua bangunan. Keberhasilan pencapaian ini ditandai dengan pelaksanaan prosesi syukuran adat dan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas kelancaran serta percepatan progres pembangunan fasilitas pelestarian budaya Melayu tersebut.
Pembangunan infrastruktur adat yang megah ini dinilai menjadi simbol tegaknya marwah persatuan dan eksistensi tatanan adat di wilayah Kenegerian Kuok. Pembiayaan dan pengerjaan fasilitas ini bersumber sepenuhnya dari sumbangsih kolektif, baik berupa materi, tenaga fisik, maupun sokongan pemikiran dari para pemangku kepentingan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian warisan leluhur. Struktur kepengurusan adat yang lengkap turut mengawal langsung jalannya pembangunan ini guna memastikan bangunan balai adat dapat segera difungsikan sebagai pusat musyawarah dan pembinaan generasi muda. “Atas nama persukuan dan anak kemanakan Melayu Datuok Majolelo, kami mengucapkan apresiasi dan terima kasih atas sumbangan material, uang, tenaga serta pemikiran dalam mewujudkan balai adat yang kita banggakan ini,” ujar Kepala Persukuan Melayu, Damanhuri Datuok Majolelo.
Apresiasi dan dukungan penuh juga mengalir dari jajaran pemerintah desa setempat yang hadir langsung dalam momentum silaturahmi tersebut. Otoritas kelurahan menilai gerakan swadaya yang dimotori oleh ninik mamak dan pemuda persukuan ini patut menjadi proyek percontohan bagi komunitas sosial lainnya dalam membangun daerah tanpa harus bergantung penuh pada stimulus anggaran negara. Ikatan kekerabatan yang kuat antara anak kemanakan, sumondo, dan bisan terbukti menjadi modal sosial yang sangat kokoh dalam mempercepat pembangunan fisik di kawasan wisata budaya Pulau Belimbing.
Kendati fase pengecoran lantai dua telah selesai dituntaskan, panitia pembangunan melansir bahwa estimasi pengerjaan interior dan eksterior gedung masih membutuhkan konsistensi penggalangan dana jangka panjang. Rencana pengerjaan berikutnya akan difokuskan pada pemasangan struktur atap, ubin keramik, pembangunan toilet, serta penyediaan ruang transit khusus bagi para pemangku adat. Komunitas adat optimistis, dengan keterbukaan dan transparansi pengelolaan dana sumbangan, sisa tahapan pembangunan balai adat ini akan dapat dirampungkan secara paripurna demi menjaga kelestarian adat istiadat Melayu di Kabupaten Kampar.
Sumber: Kabarmelayu.com
