Perkuat Kualitas Tenaga Pendidik, SDN 024 Tarai Bangun Inisiasi Pelatihan Diferensiasi Metode Belajar Inklusif

Perkuat Kualitas Tenaga Pendidik, SDN 024 Tarai Bangun Inisiasi Pelatihan Diferensiasi Metode Belajar Inklusif

MEDIAMELAYU.COM — UPT Sekolah Dasar Negeri (SDN) 024 Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, menunjukkan komitmen nyata dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru dalam Pelayanan Siswa Inklusif yang dilaksanakan pada Sabtu (7/3/2026) di aula sekolah setempat. Agenda strategis ini bertujuan untuk membekali tenaga pendidik dengan kemampuan dan pemahaman mendalam dalam melayani peserta didik, terutama bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) agar mendapatkan hak pendidikan yang setara.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli, Zakiyah Ulya, M.Psi., seorang Dosen Psikologi dari Universitas Riau (UNRI). Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa esensi pendidikan inklusif adalah memberikan kesempatan luas bagi semua anak tanpa memandang latar belakang maupun kondisi fisik dan mental untuk belajar bersama di sekolah reguler. Pendidikan adalah hak dasar yang harus dapat diakses oleh semua individu, sehingga sekolah inklusif dituntut mampu menjamin kebutuhan pembelajaran setiap siswa dengan menyesuaikan metode pengajaran berdasarkan kondisi spesifik masing-masing anak.

Salah satu poin krusial yang ditekankan dalam pelatihan tersebut adalah diferensiasi metode pembelajaran. Jika sebelumnya pendekatan belajar cenderung diseragamkan, maka dalam sistem sekolah inklusif, guru harus memberikan perlakuan yang berbeda mulai dari metode instruksional hingga target capaian pembelajaran. Guru diwajibkan untuk mengenali karakteristik unik setiap ABK terlebih dahulu, sehingga penyesuaian target akademik dapat dilakukan secara objektif sesuai dengan kapasitas dan kemampuan yang dimiliki oleh siswa tersebut.

Kepala UPT SDN 024 Tarai Bangun, Yunita Epi, S.Pd., mengungkapkan bahwa saat ini tercatat sebanyak 26 siswa berkebutuhan khusus yang menempuh pendidikan di sekolahnya. Mayoritas dari mereka menghadapi tantangan berupa keterlambatan dan kesulitan belajar. Atas dasar realitas tersebut, pihak sekolah menginisiasi pelatihan ini agar para guru memiliki bekal keilmuan yang mumpuni melalui diskusi dengan komunitas belajar (Kombel), sehingga setiap siswa mendapatkan kebahagiaan serta kepuasan maksimal dalam proses menuntut ilmu.

Melalui pencerahan dari sudut pandang psikologi, para guru diharapkan dapat mengubah perspektif dalam menghadapi tantangan di kelas inklusif. Yunita Epi menegaskan kembali bahwa peran utama guru adalah sebagai pelayan bagi peserta didik, yang memiliki tanggung jawab moral untuk mendidik segenap kemampuan. Pelatihan ini menjadi solusi atas berbagai kendala yang dihadapi guru selama ini, sekaligus memastikan bahwa baik siswa reguler maupun ABK akan menerima pelayanan pendidikan yang maksimal dengan perlakuan yang tepat dan terukur.

Penutupan agenda ini membawa optimisme baru bagi pengembangan kualitas SDM di lingkungan pendidikan Kabupaten Kampar. Kepala sekolah meyakini bahwa di balik setiap kekurangan individu, terdapat potensi atau kelebihan yang bisa dikembangkan jika guru mampu menerima dan memahami keadaan siswa secara utuh. Dengan diterapkannya metode pembelajaran inklusif yang lebih profesional, SDN 024 Tarai Bangun optimis dapat menciptakan atmosfer belajar yang harmonis dan berkeadilan bagi seluruh generasi penerus bangsa.

Sumber : Kabar Melayu

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *