Jaga Marwah Melayu, Bupati Siak Afni Zulkifli Ingatkan Pentingnya Keselarasan Sejarah dan Tradisi

Jaga Marwah Melayu, Bupati Siak Afni Zulkifli Ingatkan Pentingnya Keselarasan Sejarah dan Tradisi

MEDIAMELAYU.COM, PEKANBARU – Bupati Siak, Afni Zulkifli, memberikan penekanan khusus terhadap pentingnya menjaga marwah, sejarah, dan tradisi masyarakat Melayu di tengah derasnya arus modernisasi. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Pergelaran Drama Musikal dan Peluncuran Lagu Marhum Pekan di Gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Pekanbaru, Sabtu (18/4/2026). Di hadapan keluarga besar zuriat Marhum Pekan dan keluarga raja-raja Siak, ia mengingatkan bahwa nilai-nilai adat adalah fondasi jati diri yang tidak boleh pudar.

Afni menegaskan bahwa sejarah Kerajaan Siak Sri Indrapura bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan pijakan moral yang membentuk identitas masyarakat saat ini. Pengabdian leluhur kepada sultan dan semangat kebangsaan yang ditunjukkan oleh Kesultanan Siak saat bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan warisan besar. Namun, menurutnya, komitmen sejarah tersebut harus dibarengi dengan keadilan dan pengakuan nyata terhadap eksistensi masyarakat adat di Bumi Lancang Kuning.

Keprihatinan mendalam disampaikan Bupati terkait praktik budaya yang mulai ditinggalkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari tata cara membangun rumah, pernikahan, hingga tradisi masuk kampung yang sarat akan nilai adat, kini mulai jarang ditemui. Ia mengingatkan bahwa jika tradisi ini hilang, maka syarat pengakuan sebagai masyarakat adat yang berdaulat juga terancam sirna. Oleh karena itu, pelestarian budaya tidak boleh hanya bersifat simbolik atau seremonial semata.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemerintah Kabupaten Siak terus mendorong program pelestarian melalui berbagai jalur strategis. Salah satunya adalah pemberian beasiswa pendidikan bagi generasi muda dari komunitas adat guna memastikan mereka menjadi pemimpin yang tetap memegang teguh akarnya. Selain itu, revitalisasi kawasan Istana Siak terus dipacu agar tetap menjadi pusat sejarah dan edukasi kebudayaan bagi wisatawan maupun generasi mendatang.

Afni juga mengajak seluruh elemen masyarakat, lembaga adat, hingga tokoh pemuda untuk bersatu menjaga integritas sejarah Melayu. Ia menekankan agar narasi sejarah yang diwariskan harus lurus dan benar, tanpa ada upaya memelintir fakta demi kepentingan tertentu. Kejujuran sejarah dianggap sebagai navigasi agar generasi muda Riau tidak kehilangan arah dalam melangkah menuju masa depan yang lebih modern tanpa meninggalkan identitas aslinya.

Menutup arahannya, Bupati mengajak semua pihak untuk meneladani sifat para sultan yang tetap memberikan manfaat luas bagi masyarakat bahkan setelah tiada. Semangat kebersamaan dan penghormatan terhadap leluhur diharapkan menjadi penggerak bagi masyarakat Riau untuk tetap bermartabat. “Marwah negeri harus tetap kita jaga,” tegasnya, seraya berharap nilai-nilai luhur Melayu dapat terus hidup dan berdenyut di setiap lini kehidupan masyarakat Siak dan Riau secara luas.

Sumber : Riau 1

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *