MEDIAMELAYU.COM, SIAK – Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, menginstruksikan seluruh jajaran Polda Riau dan Polres Siak untuk memperkuat kewaspadaan dalam menghadapi dinamika ketidakpastian global yang berdampak pada stabilitas keamanan daerah. Dalam paparannya di Kabupaten Siak, Selasa (21/4/2026), Kapolda menekankan pentingnya setiap personel memiliki sense of crisis yang kuat guna menghadapi disrupsi ekonomi dan dinamika sosial yang berpotensi memicu keresahan di tengah masyarakat.
Salah satu poin utama yang menjadi perhatian serius Kapolda adalah ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang dipicu oleh fenomena perubahan iklim dan indikasi siklus Super El Nino. Irjen Herry meminta jajaran Bhabinkamtibmas untuk proaktif turun ke lapangan melakukan deteksi dini serta memberikan edukasi kepada warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Langkah ini ditegaskan sebagai bagian dari komitmen Polri dalam menjaga keadilan ekologi di Provinsi Riau.
Selain isu lingkungan, Kapolda juga mewaspadai dampak ketegangan geopolitik global terhadap stabilitas ekonomi daerah, khususnya fluktuasi harga bahan pokok. Satgas Pangan dan fungsi intelijen diinstruksikan untuk memperketat pengawasan distribusi energi dan pangan guna mencegah praktik penimbunan. Pengawasan ketat di lapangan diharapkan dapat mencegah gejolak sosial akibat kelangkaan atau lonjakan harga kebutuhan pokok yang dapat membebani masyarakat.
Di bidang pemberantasan narkotika, Irjen Herry menegaskan prinsip zero tolerance tanpa kompromi, termasuk terhadap anggota Polri sendiri. Penanganan narkoba diminta dilakukan secara terpadu dari hulu melalui langkah preventif yang melibatkan peran keluarga dan masyarakat. Kapolda mengingatkan jajarannya agar menjaga integritas dan tidak terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkotika yang dapat merusak citra institusi serta masa depan generasi muda.
Kapolda juga memperkenalkan pendekatan “Mikropolis” sebagai strategi pemolisian berbasis unit sosial terkecil yang didukung data akurat untuk mendeteksi potensi konflik sejak dini. Strategi ini dinilai efektif dalam merespons persoalan sosial seperti sengketa lahan hingga potensi gelombang PHK melalui pola dialog dan mediasi. Selain itu, penguatan komunikasi publik melalui media sosial menjadi ruang strategis bagi Polri untuk memberikan informasi yang cepat, akurat, dan menenangkan masyarakat.
Menutup arahannya, Kapolda mengajak seluruh elemen pemerintah daerah dan masyarakat Siak untuk memperkuat kolaborasi demi menjaga kondusivitas wilayah. Sinergi yang baik diyakini menjadi fondasi utama bagi kelancaran pembangunan di Provinsi Riau. Dengan respons yang cepat dan komunikasi yang transparan, Polda Riau berkomitmen memastikan situasi Kamtibmas tetap aman dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat di Bumi Lancang Kuning.
Sumber : Media Center Riau
