MEDIAMELAYU.COM, PEKANBARU – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau memproyeksikan adanya tren kenaikan yang signifikan pada sektor permintaan hewan kurban menjelang perayaan Hari Raya Iduladha tahun ini. Berdasarkan kalkulasi data statistik terbaru, kebutuhan pasokan ternak di tingkat wilayah diperkirakan mengalami lonjakan sekitar 4,8 persen jika dibandingkan dengan realisasi pemotongan pada periode tahun lalu. Stimulus utama yang mendorong peningkatan daya beli masyarakat ini tidak terlepas dari indikator pemulihan dan penguatan pertumbuhan ekonomi domestik di tingkat tapak yang kian membaik, sehingga memicu tingginya partisipasi warga sipil dalam menunaikan ibadah kurban.
Merujuk pada tinjauan data rekam jejak tahun sebelumnya, aktivitas penyembelihan komoditas kurban tercatat tersebar secara fluktuatif di 12 wilayah kabupaten dan kota se-Provinsi Riau. Kota Pekanbaru menduduki peringkat teratas sebagai daerah dengan volume pemotongan komoditas kurban paling dominan di tingkat regional, disusul oleh Kabupaten Kampar dan Kabupaten Bengkalis yang juga mencatatkan angka penyerapan yang cukup tinggi. Sebaliknya, Kabupaten Kepulauan Meranti tercatat sebagai daerah dengan tingkat pemotongan paling rendah. Evaluasi berkala terhadap peta sebaran spasial ini menjadi rujukan krusial bagi pemerintah daerah dalam merancang skenario distribusi rantai pasok agar terhindar dari risiko kelangkaan stok ternak di zona-zona konsumsi padat.
Pemerintah daerah mengoptimalkan pengawasan peredaran komoditas ternak ini dengan mengaktifkan posko skrining kesehatan hewan di sentra-sentra penampungan maupun lapak pedagang musiman. Pemeriksaan klinis secara ketat menjadi instrumen wajib guna memberikan garansi keamanan pangan bagi masyarakat dari ancaman sebaran penyakit zoonosis yang membahayakan keselamatan umum. Setiap hewan kurban yang dinyatakan lolos uji kelayakan medis akan langsung dibekali dengan dokumen legalitas berupa surat keterangan kesehatan hewan sebagai bukti autentik bagi konsumen. “Prediksi kami penyembelihan hewan kurban di Riau pada Idul Adha tahun ini akan meningkat hingga 4,8 persen. Ini bisa kita lihat juga dengan meningkatnya permintaan hewan kurban dan juga perekonomian masyarakat yang sudah mulai kembali membaik,” ujar Kepala Dinas PKH Riau, Mimi Yuliani Nazir.
Sinergitas pengawasan kesehatan hewan antara tingkat provinsi dan jajaran teknis di tingkat kabupaten/kota terus dikonsolidasikan demi mempersempit ruang gerak masuknya ternak ilegal tanpa dokumen resmi dari luar perbatasan daerah. Pemerintah mengimbau masyarakat selaku konsumen untuk lebih jeli dalam bertransaksi dengan mengutamakan pembelian hewan yang telah mengantongi sertifikasi resmi dari otoritas veteriner setempat. Langkah preventif ini diharapkan mampu menciptakan ketenangan dan kekhusyukan bagi umat muslim dalam menjalankan ibadah, sekaligus menjaga stabilitas harga daging di pasar lokal tetap terkendali. “Setelah diperiksa dan ternak dinyatakannya sehat, akan diberikan sertifikat kesehatan hewan,” pungkasnya.
Sumber: Mediacenter Riau
