MEDIAMELAYU.COM, PEKANBARU – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan Provinsi Riau mengintensifkan langkah intervensi pasar guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok bahan pokok penting. Langkah taktis ini diwujudkan melalui pelaksanaan operasi pasar murah secara simultan yang langsung menyasar kawasan permukiman padat penduduk. Upaya ini dinilai sangat krusial sebagai bantalan ekonomi masyarakat dalam menghadapi potensi lonjakan permintaan barang kebutuhan pokok menjelang momentum libur nasional dan cuti bersama keagamaan.
Pemerintah daerah mengonsolidasikan program ini untuk memotong rantai distribusi yang panjang, sehingga komoditas pangan dapat diakses oleh masyarakat dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan harga pasar tradisional. Fokus operasional pasar murah pekan ini sengaja dipadatkan guna menyesuaikan dengan kalender libur nasional. Melalui pendekatan jemput bola ini, intervensi harga diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan langsung dirasakan dampaknya oleh rumah tangga berpenghasilan rendah dalam menjaga ketahanan pangan keluarga. “Sebagai upaya menjaga ketersediaan bahan pokok, Pemprov Riau terus menggencarkan operasi pasar murah untuk hadir di tengah masyarakat. Dengan tujuan memastikan kelancaran distribusi dan kestabilan harga komoditas penting,” ujar Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindagkop UKM Riau, Tetty Nurdianti.
Dalam pelaksanaannya, posko pasar murah didirikan di sejumlah kantor kelurahan strategis di Kota Pekanbaru, termasuk di wilayah Kecamatan Rumbai dan Kecamatan Marpoyan Damai. Berbagai komoditas pangan esensial disuplai dalam jumlah yang memadai, mulai dari minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, hingga garam. Sementara itu, untuk komoditas hortikultura yang fluktuatif seperti cabai merah, bawang merah, kentang, dan telur ayam ras, panitia menerapkan sistem harga dinamis yang merujuk langsung pada tingkat harga petani, sehingga tetap menjamin nilai keekonomian yang adil bagi konsumen.
Selain kebutuhan pelengkap dapur, komoditas beras baik kualitas medium program SPHP maupun varian premium seperti Anak Daro dan Sokan tetap menjadi primadona utama yang paling dicari masyarakat. Otoritas perdagangan memastikan seluruh pasokan bahan pokok terlindungi dengan pengawasan ketat guna menghindari praktik borong oleh spekulan. Melalui konsistensi pelaksanaan pasar murah ini, pemerintah daerah optimistis tingkat inflasi daerah dapat tetap terjaga dalam rentang target sasaran, sekaligus memberikan rasa tenang bagi masyarakat dalam menyambut hari besar keagamaan.
Sumber: Mediacenter Riau
