MEDIAMELAYU.COM, PEKANBARU — Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mulai mengambil langkah antisipatif terhadap fenomena menjamurnya pasar tumpah di sejumlah ruas jalan protokol menjelang perayaan Idulfitri 1447 H. Aktivitas perdagangan musiman yang kerap memakan badan jalan ini menjadi perhatian serius otoritas kota guna mencegah terjadinya gangguan sirkulasi lalu lintas yang ekstrem. Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menegaskan bahwa penataan pasar tumpah merupakan agenda rutin tahunan yang memerlukan pengawasan ketat agar dinamika ekonomi masyarakat tetap berjalan selaras dengan ketertiban umum.
Dalam keterangannya pada Senin (9/3/2026), Wakil Wali Kota Markarius Anwar telah menginstruksikan Dinas Perhubungan (Dishub) serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk melakukan pemetaan dan penataan di titik-titik rawan keramaian. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa para pedagang tidak menggelar lapak hingga ke bahu jalan yang dapat menghambat aksesibilitas pengguna jalan. Penataan ini dipandang krusial mengingat volume kendaraan di Kota Bertuah cenderung meningkat signifikan seiring mendekatnya hari raya.
Instruksi ini sejalan dengan arahan Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, yang menekankan pentingnya kehadiran personel di lapangan untuk mengawal kelancaran arus lalu lintas. Personel Dishub diminta untuk bersiaga secara intensif di lokasi-lokasi yang menjadi pusat konsentrasi massa. Fokus utamanya adalah menjamin bahwa setiap aktivitas jual beli kebutuhan Lebaran tidak menimbulkan dampak domino berupa kemacetan panjang yang merugikan produktivitas dan kenyamanan masyarakat luas.
Disperindag Pekanbaru juga mendapat tugas khusus untuk mengatur keberadaan Pasar Ramadan yang tersebar di berbagai wilayah kota. Sinergi antar-instansi ini diharapkan mampu menciptakan mekanisme pasar yang lebih terorganisir, di mana pedagang diberikan ruang untuk mencari rezeki namun tetap dalam koridor aturan yang berlaku. Pengaturan zonasi dagang menjadi salah satu opsi yang ditempuh agar aktivitas ekonomi tidak tumpang tindih dengan fungsi utama infrastruktur jalan sebagai sarana transportasi.
Pemerintah Kota Pekanbaru menegaskan bahwa pada prinsipnya, seluruh aktivitas ekonomi masyarakat selama bulan suci ini akan diakomodir secara maksimal. Namun, kepatuhan terhadap aturan ketertiban merupakan syarat mutlak yang tidak dapat ditawar. Dengan adanya pembinaan dan pengawasan dari petugas, diharapkan para pedagang dapat berjualan dengan tertib tanpa mengganggu hak para pengguna jalan, sehingga suasana menjelang Lebaran di Pekanbaru tetap kondusif dan harmonis.
Sebagai penutup, Wawako Markarius Anwar mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, baik pedagang maupun pembeli, untuk saling bekerja sama dalam menjaga kebersihan dan ketertiban di area pasar. Kesadaran kolektif ini menjadi kunci utama agar Pekanbaru tetap menjadi kota yang nyaman bagi semua pihak selama momentum puncak hari raya. Pemerintah optimis bahwa melalui penataan yang tepat, perputaran ekonomi lokal dapat terus tumbuh tanpa harus mengorbankan kelancaran lalu lintas di jalan-jalan utama kota.
Sumber : Kabar Melayu
