MEDIAMELAYU.COM — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mengambil langkah strategis dalam memperkuat stabilitas keamanan di Bumi Lancang Kuning. Bertempat di Mapolda Riau pada Selasa (17/03/2026), Kapolri secara resmi mengukuhkan Satuan Tugas Penanganan Premanisme dan Hukum (Satgas PHK) Provinsi Riau. Agenda ini menjadi sinyal kuat komitmen Polri dalam memberantas segala bentuk praktik premanisme yang berpotensi mengganggu kenyamanan publik serta iklim investasi daerah.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolri didampingi langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto. Kehadiran pucuk pimpinan pemerintah daerah ini menegaskan adanya sinergi yang solid antara eksekutif dan aparat penegak hukum dalam menciptakan ruang publik yang kondusif. Satgas PHK diharapkan tidak hanya menjadi instrumen penegakan hukum, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam memberikan rasa aman bagi pelaku usaha dan masyarakat luas di seluruh pelosok Provinsi Riau.
Jenderal Listyo Sigit menekankan bahwa praktik premanisme merupakan salah satu hambatan serius bagi pembangunan daerah jika tidak ditangani secara tegas. Dengan adanya Satgas khusus ini, Polri ingin memastikan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan tanpa adanya intimidasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap kepastian hukum dan keamanan di wilayah hukum Polda Riau.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh ruang publik dan pusat kegiatan ekonomi masyarakat aman dari gangguan. Satgas PHK bertugas melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap segala bentuk premanisme agar masyarakat merasa terlindungi,” tegas Jenderal Sigit dalam sambutannya. Ia juga mengapresiasi dukungan penuh Pemprov Riau yang terus berkolaborasi dengan kepolisian dalam menjaga situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) tetap terkendali.
Selain agenda pengamanan, Kapolri juga melakukan penandatanganan prasasti renovasi Masjid Al-Adzim di lingkungan Polda Riau. Peresmian fasilitas ibadah ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan lebih bagi personel maupun masyarakat umum dalam menjalankan kewajiban keagamaan. Kapolri berpesan agar masjid tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat salat, tetapi juga menjadi pusat pembinaan nilai-nilai spiritual yang membawa manfaat dan mempererat kebersamaan antarwarga.
Pengukuhan Satgas PHK dan renovasi sarana ibadah ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Kapolri di Riau yang berfokus pada pendekatan keamanan sekaligus sosial-religius. Melalui kolaborasi lintas instansi ini, Pemerintah Provinsi Riau dan Polri optimis dapat mewujudkan daerah yang lebih aman, nyaman, dan berdaya saing. Momentum ini diharapkan menjadi titik tolak bagi peningkatan kualitas layanan kepolisian yang lebih responsif terhadap keresahan masyarakat terkait gangguan premanisme.
Sumber : Media center Riau
