Mudahkan Arus Mudik 2026, Dishub Bengkalis Terapkan Sistem Tiket Online Roro Pakning-Bengkalis

Mudahkan Arus Mudik 2026, Dishub Bengkalis Terapkan Sistem Tiket Online Roro Pakning-Bengkalis

MEDIAMELAYU.COM, BENGKALIS — Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bengkalis secara resmi memberlakukan sistem pemesanan tiket secara daring (online booking) untuk lintasan penyeberangan Roro Bengkalis–Sungai Pakning guna meningkatkan kenyamanan pemudik tahun ini. Sistem yang telah diuji coba sejak 10 Maret 2026 tersebut memungkinkan masyarakat melakukan pemesanan maksimal tiga hari sebelum keberangkatan melalui Aplikasi Trips Bengkalis. Langkah digitalisasi ini diambil untuk memberikan kepastian jadwal sekaligus meminimalisir antrean panjang yang kerap terjadi di pelabuhan selama masa libur Idulfitri 1447 Hijriah.

Kepala Dishub Bengkalis melalui Kabid Pelayaran, Edi Kurniawan, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap sistem ini sangat tinggi, terutama bagi warga yang akan pulang kampung ke Pulau Bengkalis. Tercatat untuk keberangkatan tanggal 18 dan 19 Maret 2026, kuota tiket dari Pelabuhan Sungai Selari menuju Air Putih telah habis dipesan (fully booked). Masyarakat yang ingin menyeberang pada tanggal tersebut diimbau untuk terus memantau aplikasi secara berkala, karena slot kosong hanya akan tersedia jika terdapat pembatalan tiket dari pengguna lain.

Untuk memastikan kelancaran arus mudik, Dishub Bengkalis telah menyiagakan sejumlah armada andalan seperti KMP Swarna Putri, KMP Lestari, KMP Domar, dan KMP Permata Lestari 3. Selain kapal yang beroperasi normal, satu unit kapal tambahan juga disiapkan dalam status standby untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, khususnya bagi pengguna kendaraan roda dua. Selama armada tidak mengalami kendala teknis, seluruh proses penyeberangan dipastikan akan berjalan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang tertera pada tiket elektronik jemaah.

Secara teknis, kuota tiket online untuk kendaraan kecil disediakan berkisar antara 360 hingga 400 unit setiap harinya. Namun, Edi menjelaskan terdapat sedikit penyesuaian berupa pengurangan satu trip dari Sungai Pakning ke Bengkalis karena dialokasikan untuk pengangkutan bahan bakar minyak (BBM) guna menjamin ketersediaan energi di pulau. Hal ini penting untuk diketahui masyarakat agar dapat mengatur waktu perjalanan dengan lebih bijak dan menghindari penumpukan di area kantong parkir pelabuhan.

Pihak Dishub juga menegaskan bahwa sistem penjualan tiket di pelabuhan kini telah terintegrasi penuh dengan sistem online. Artinya, jika kuota di aplikasi sudah habis, maka tiket di lapangan pun tidak akan tersedia kecuali terjadi pembatalan sistemik. Meski rute menuju Bengkalis sangat padat, untuk rute sebaliknya yakni dari Pulau Bengkalis menuju daratan Sumatera (Sungai Pakning), kuota tiket dilaporkan masih tersedia cukup banyak sehingga masyarakat tidak perlu khawatir untuk arus balik nantinya.

Sebagai bentuk pelayanan publik yang inklusif, pemerintah daerah tetap menyediakan jalur darurat khusus untuk kondisi mendesak, seperti ambulans atau kendaraan yang membawa orang sakit. Jalur ini memiliki sistem pendataan tersendiri yang tidak terhubung dengan antrean online, sehingga penanganan medis tetap menjadi prioritas utama di tengah kepadatan arus mudik. Dengan adanya sistem booking ini, diharapkan pengalaman mudik masyarakat Riau menuju Bengkalis tahun ini menjadi lebih tertib, aman, dan berkesan.

Sumber : Riau Terkini

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *