MEDIAMELAYU.COM , DUMAI – Memasuki H+3 Idulfitri 1447 H, aktivitas di Pelabuhan Penyeberangan Roro Dumai terpantau mengalami lonjakan signifikan pada Senin (23/3/2026). Ribuan pelancong dilaporkan memadati dermaga untuk menyeberang menuju Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis. Fenomena ini berbanding terbalik dengan arus dari arah sebaliknya, di mana pergerakan penumpang dari Pulau Rupat menuju Kota Dumai justru terpantau lengang dan cenderung sepi.
Kepala UPT Pengelolaan Perhubungan Wilayah I, Henri Mardani, mewakili Kadishub Provinsi Riau, Andi Yanto, mengonfirmasi bahwa dominasi penumpang saat ini berasal dari masyarakat yang ingin menghabiskan sisa cuti lebaran di destinasi wisata pantai Rupat Utara. “Arus dari Dumai menuju Rupat masih sangat tinggi hari ini. Mayoritas adalah wisatawan yang ingin berlibur, sementara arus balik dari pulau belum menunjukkan pergerakan besar,” jelas Henri kepada kru mediamelayu.com.
Guna mengantisipasi kepadatan yang terus meningkat, pihak Dinas Perhubungan telah menyiapkan skenario penambahan jadwal pelayaran (extra trip). Langkah ini akan diambil melalui koordinasi intensif bersama KSOP Kelas I Dumai dan operator kapal, dengan tetap mempertimbangkan faktor cuaca serta kondisi teknis di lapangan. Hal ini dilakukan demi menjamin kelancaran arus logistik dan mobilitas masyarakat selama masa libur panjang.
Dalam upaya meningkatkan kenyamanan pengguna jasa, saat ini telah difungsikan ruang tunggu baru milik BPTD Kelas II Riau di kawasan pelabuhan Dumai. Fasilitas gedung baru ini diharapkan dapat memberikan pelayanan yang lebih representatif bagi penumpang yang sedang menunggu jadwal keberangkatan kapal. Fasilitas ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memodernisasi infrastruktur penyeberangan di wilayah pesisir Riau.
Selain fasilitas fisik, terobosan digital juga diterapkan melalui sistem pemesanan tiket via WhatsApp (booking system). Penumpang dari Dumai dapat menghubungi nomor 0895352371921, sementara dari arah Rupat di nomor 0895352371922. Sistem ini mewajibkan calon penumpang hadir minimal satu jam sebelum keberangkatan, sebuah strategi efektif untuk meminimalisir antrean panjang yang kerap terjadi di area pelabuhan saat musim liburan.
Menutup keterangannya, Henri Mardani mengimbau agar para pelancong tetap mengutamakan keselamatan selama di perjalanan dan menjaga kondisi kesehatan fisik. Penggunaan sistem booking tiket sangat disarankan agar masyarakat tidak tertahan lama di pelabuhan. “Kami dari UPT Pengelolaan Perhubungan Wilayah I siap memberikan pelayanan prima bagi seluruh pengguna jasa penyeberangan,” pungkasnya.
Sumber : Media Melayu Riau
