MEDIAMELAYU.COM, PEKANBARU– Memasuki akhir Maret 2026, realisasi perbaikan dan pembangunan drainase baru di Kota Pekanbaru dinilai masih jalan di tempat. Padahal, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru sebelumnya telah berkomitmen menjadikan pembenahan parit sebagai prioritas utama tahun ini dengan mengalokasikan anggaran fantastis mencapai Rp 100 miliar dari APBD. Kondisi ini memicu desakan dari kalangan legislatif agar pemerintah segera mengambil langkah konkret di lapangan.
Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru, Zulfan Hafiz ST, menegaskan bahwa masyarakat saat ini lebih membutuhkan aksi nyata daripada sekadar pemaparan konsep. Menurutnya, pemanfaatan musim kemarau saat ini adalah waktu yang paling tepat untuk melakukan pengerjaan fisik secara masif. Jika momentum ini terlewatkan, kekhawatiran akan kembali munculnya titik banjir saat intensitas hujan tinggi di masa mendatang akan sulit terhindarkan.
Zulfan menyoroti bahwa banyak saluran drainase di berbagai sudut kota saat ini dalam kondisi tersumbat, rusak, bahkan tidak berfungsi sama sekali. Ia menekankan bahwa penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial atau hanya sekadar pengerukan sedimen dan pembersihan sampah secara seremonial. Diperlukan komitmen serius untuk memperbaiki sistem drainase secara menyeluruh agar air dapat mengalir lancar dari hulu ke hilir.
Lebih lanjut, politisi ini menjelaskan bahwa kunci keberhasilan penanganan banjir terletak pada konektivitas antar saluran, mulai dari primer, sekunder, hingga tersier. Tanpa adanya sinkronisasi yang baik antara saluran-saluran tersebut, upaya normalisasi sungai maupun penggalian parit di beberapa titik hanya akan menjadi solusi jangka pendek yang tidak menyentuh akar permasalahan sistem tata air kota.
DPRD juga mendorong adanya koordinasi lintas instansi yang lebih intens, mengingat kewenangan saluran air di Pekanbaru terbagi antara tanggung jawab pemerintah pusat, provinsi, dan kota. Penataan drainase yang komprehensif dan terencana untuk jangka panjang sangat diperlukan agar permasalahan banjir tahunan tidak terus berulang dan menjadi beban bagi masyarakat setiap kali musim penghujan tiba.
Di sisi lain, warga Pekanbaru menaruh harapan besar pada percepatan pengerjaan infrastruktur ini demi menciptakan lingkungan yang bebas dari ancaman banjir. Masyarakat juga menyatakan kesiapannya untuk mendukung upaya pemerintah dengan berkomitmen tidak membuang sampah sembarangan ke dalam parit. Sinergi antara ketegasan pemerintah dalam pembangunan dan kesadaran warga dalam menjaga kebersihan menjadi modal utama bagi kemajuan kota.
Sumber : Tribun Pekanbaru
