MEDIAMELAYU.COM, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tengah mematangkan rencana pemberlakuan sistem kerja Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah strategis ini diambil sebagai respon terhadap tekanan ekonomi global yang berdampak pada lonjakan harga minyak dunia, sekaligus sebagai upaya nyata penghematan penggunaan listrik dan Bahan Bakar Minyak (BBM) di lingkungan pemerintahan.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyatakan bahwa kebijakan ini direncanakan mulai berlaku pada April mendatang, sembari menunggu petunjuk teknis dan surat edaran resmi dari pemerintah pusat. Menurutnya, langkah “mengencangkan ikat pinggang” ini krusial dilakukan mengingat harga minyak dunia saat ini telah menembus angka di atas 100 dollar per barel, jauh melampaui patokan sebelumnya.
“Kita harus waspada dan melakukan antisipasi dini. Untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam efisiensi energi, kita akan berlakukan WFH yang kemungkinan besar jatuh pada hari Jumat,” ujar SF Hariyanto di Pekanbaru, Senin (30/3/2026).
Dalam skema baru ini, pengawasan ketat akan diberlakukan terhadap aset daerah. Selama masa WFH (Jumat hingga Minggu), seluruh kendaraan dinas milik Pemprov Riau dilarang keras untuk dipergunakan dan wajib diparkirkan di kediaman penanggung jawab masing-masing. Selain itu, Plt Gubri memerintahkan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mematikan total penggunaan lampu dan AC di kantor selama akhir pekan.
Terkait produktivitas, SF Hariyanto menegaskan bahwa sistem kerja jarak jauh tidak boleh menyurutkan kinerja pelayanan publik. “Meskipun bekerja dari rumah, koordinasi tetap berjalan melalui platform digital seperti Zoom. Pelayanan kepada masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama dan berjalan sebagaimana mestinya,” tegasnya.
Untuk memastikan efektivitas program ini, setiap kepala OPD diminta melakukan evaluasi berkala terhadap besaran penggunaan listrik dan operasional kantor. Perbandingan data pengeluaran sebelum dan sesudah kebijakan diberlakukan akan menjadi barometer keberhasilan skema efisiensi energi ini di Bumi Lancang Kuning.
Sumber : Media Center Riau
