MEDIAMELAYU.COM, PEKANBARU – Upaya penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau terus diintensifkan melalui operasi udara terpadu. Pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau mengerahkan tiga unit helikopter dan pesawat khusus Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menjinakkan titik api di wilayah Pelalawan, Dumai, Indragiri Hilir (Inhil), Indragiri Hulu (Inhu), serta Bengkalis, Kamis (2/4/2026). Pengerahan armada udara ini difokuskan pada area-area yang memiliki akses sulit bagi tim pemadam darat.
Kabid Kedaruratan BPBD dan Damkar Riau, Jim Gafur, mewakili Kepala BPBD Edy Afrizal, menyatakan bahwa operasi ini dilakukan secara sinkron antara kekuatan darat dan udara. Hingga saat ini, upaya pemadaman di Pelalawan, Dumai, Inhu, dan Inhil dilaporkan telah berhasil dipadamkan. “Penanganan dilakukan secara terpadu untuk memastikan api tidak meluas dan titik panas segera terkendali melalui pemantauan rutin dan eksekusi cepat dari udara,” jelas Jim Gafur.
Berdasarkan data teknis, Satgas Udara mengerahkan dua unit helikopter patroli milik BNPB dan Kementerian Kehutanan yang telah melakukan total 30 sortie pemantauan. Sementara itu, satu unit helikopter jenis water bombing milik BNPB menjadi ujung tombak pemadaman dengan mencatatkan 13 sortie dan total 710 kali pengeboman air. Operasi pengeboman air ini setidaknya telah menghabiskan sekitar 3,19 juta liter air untuk membasahi lahan yang terbakar di titik-titik krusial.
Tak hanya mengandalkan air, tim Satgas juga memaksimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan buatan. Sebanyak 9 unit sortie OMC dari BNPB telah menyemaikan sedikitnya 9.000 kilogram atau 9 ton garam (NaCl) pada awan yang memiliki potensi hujan. Langkah ini diambil sebagai strategi preventif dan kuratif untuk menjaga kelembapan lahan gambut serta membantu pemadaman api di wilayah yang masih membara.
BPBD Riau juga merilis akumulasi luasan Karhutla yang berhasil ditangani sepanjang periode 1 Januari hingga 31 Maret 2026. Tercatat seluas 3.022,88 hektar lahan yang terdampak kebakaran telah berhasil dipadamkan melalui kerja keras tim gabungan. Angka ini mencerminkan tantangan besar yang dihadapi personel di lapangan dalam menjaga stabilitas lingkungan di awal tahun 2026 ini.
Meski sebagian besar titik api telah padam, Jim Gafur menegaskan bahwa tim darat maupun udara tetap disiagakan untuk memantau potensi munculnya titik panas baru. Sinergi antara teknologi OMC, armada water bombing, dan ketangguhan personel di darat menjadi kunci utama dalam memastikan Provinsi Riau tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat serta kesehatan publik.
Sumber : Media Center Riau
