Wujudkan Pekanbaru Green City, ASN Wajib Pilah Sampah Mandiri atau Terancam Sanksi Kinerja

Wujudkan Pekanbaru Green City, ASN Wajib Pilah Sampah Mandiri atau Terancam Sanksi Kinerja

MEDIAMELAYU.COM , PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menetapkan target ambisius untuk mereduksi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hingga 30 persen. Strategi utama yang digulirkan adalah mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga honorer untuk melakukan pemilahan limbah rumah tangga langsung dari sumbernya.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar imbauan, melainkan instruksi ketat yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor P.500.9.14.2/DLHK/1/2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengelolaan Sampah dari Rumah. Langkah ini diambil sebagai solusi hulu untuk mengatasi krisis lahan TPA yang kian menyempit di Ibu Kota Provinsi Riau.

“Aparatur negara harus menjadi garda terdepan dan contoh nyata bagi masyarakat. Kita targetkan pengurangan timbulan sampah hingga 30 persen melalui pemilahan organik dan anorganik secara konsisten di kediaman masing-masing pegawai,” ujar Markarius Anwar usai rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Pekanbaru, Rabu (8/4/2026).

Dalam skema ini, sampah anorganik bernilai ekonomis wajib disetorkan ke bank sampah atau waste station terdekat. Sementara itu, sampah organik sisa dapur harus diolah secara mandiri menjadi kompos guna meminimalisir beban pengangkutan. Pemko memastikan kebijakan ini memiliki “taring” karena telah diintegrasikan langsung dengan sistem penilaian kinerja pegawai. Setiap instansi diwajibkan menyetorkan laporan evaluasi rutin setiap bulan sebagai bukti komitmen nyata.

Guna mendukung transisi ini, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) diperintahkan untuk mengintensifkan edukasi teknis, tidak hanya kepada ASN, tetapi juga merambah ke kelompok PKK dan kader Posyandu di tingkat kelurahan.

“Pelaksanaan dilakukan secara berjenjang. Kami berharap edukasi yang dimulai dari ASN ini akan menciptakan efek bola salju yang mengubah perilaku kolektif warga dalam menangani persoalan sampah perkotaan demi mewujudkan visi Pekanbaru sebagai kota hijau yang berkelanjutan,” pungkas Markarius.

Sumber : Kabar Melayu

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *