MEDIAMELAYU.COM, PEKANBARU – Sejumlah tokoh lintas sektoral dan elemen masyarakat di Provinsi Riau kembali mempertegas komitmen mereka dalam melanjutkan perjuangan pembentukan Daerah Istimewa Riau (DIR). Dalam pertemuan yang berlangsung khidmat di Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), para tokoh yang tergabung dalam Badan Pekerja Perwujudan Daerah Istimewa Riau (BPP DIR) menekankan bahwa gerakan ini merupakan perjuangan marwah yang harus terus digulirkan demi kepentingan generasi mendatang. Meski menyadari bahwa proses regulasi di tingkat pusat memiliki tantangan administratif dan politik yang kompleks, para pejuang DIR memastikan tidak akan ada kata surut dalam mengawal aspirasi masyarakat Bumi Lancang Kuning ini hingga ke tingkat nasional.
Perjalanan yang telah menginjak usia satu tahun sejak deklarasi perdana ini menjadi momentum untuk menyusun strategi yang lebih terukur dan masif. Sosialisasi ke berbagai lapisan masyarakat, mulai dari institusi pendidikan hingga platform media sosial, kini menjadi fokus utama agar wacana Daerah Istimewa Riau semakin dipahami secara mendalam oleh masyarakat luas. Fokus perjuangan ini pun ditegaskan bukan untuk kepentingan praktis sesaat, melainkan bentuk ketulusan dalam mengangkat harkat martabat Melayu serta kemaslahatan umat secara konstitusional. “Setahun sudah perjuangan DIR. Mudah-mudahan tidak ada kata surut dan apa yang harus kita lakukan ke depannya untuk mewujudkan Daerah Istimewa Riau ini,” ujar Sekretaris BPP DIR, Alang Rizal.
Upaya membawa Riau menuju status daerah istimewa diakui membutuhkan napas panjang, terutama dalam meyakinkan pembuat kebijakan di DPR RI dan DPRD mengenai urgensi undang-undang pendukungnya. Strategi diplomasi dan penguatan basis dukungan di daerah terus diperkuat guna menghadapi dinamika politik yang ada. Para tokoh adat dan ulama yang hadir dalam pertemuan tersebut juga menekankan pentingnya pendekatan spiritual di samping upaya formal yang sedang berjalan. “Kita sudah menyampaikan ke DPR RI dan DPRD Riau. Membuat undang-undang bukan pekerjaan mudah. Tapi itu tidak membuat kita surut untuk terus membawa perjuangan ini demi anak cucu ke depan,” tegas Ketua BPP DIR, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil.
Dukungan terhadap DIR juga datang dari berbagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan yang melihat potensi besar Riau untuk berkembang lebih mandiri melalui status istimewa. Perlunya pelibatan aktif generasi muda, khususnya mahasiswa dan Generasi Z, menjadi sorotan agar pergerakan ini memiliki keberlanjutan yang kuat di masa depan. Edukasi mengenai nilai-nilai sejarah dan filosofi di balik pengajuan daerah istimewa ini diharapkan mampu membangkitkan rasa memiliki di kalangan pemuda. “Kita harus terus melakukan sosialisasi ke kampus-kampus, sekolah-sekolah, termasuk melalui media sosial agar perjuangan ini semakin membumi,” kata Ketua Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Riau, Masrul Kasmy.
Pertemuan di Balai Adat ini diakhiri dengan pernyataan sikap dari pemangku adat tertinggi yang menjamin bahwa perjuangan ini akan terus dilakukan dalam koridor hukum yang berlaku di Indonesia. Tidak ada alasan untuk menghentikan langkah selama tujuannya adalah kesejahteraan rakyat Riau dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. “DIR adalah perjuangan untuk kemaslahatan umat. Kita berjuang secara konstitusional dan tidak akan berhenti memperjuangkan DIR ini,” pungkas Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR, Datuk Seri Marjohan.
Sumber: Kabarmelayu
