Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Pangkalpinang Salurkan Kompos Hasil Olahan Warga Binaan ke Kebun Adat

Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Pangkalpinang Salurkan Kompos Hasil Olahan Warga Binaan ke Kebun Adat

MEDIAMELAYU.COM, PANGKALPINANG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapis) Kelas II A Pangkalpinang sukses menunjukkan kontribusi nyatanya dalam mendukung sektor pertanian dan program ketahanan pangan daerah. Melalui program inovatif, pihak lapas menyalurkan pupuk kompos hasil produksi warga binaan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman kelapa sawit dan komoditas nanas di kawasan Kebun Adat Melayu, Kelurahan Tua Tunu Indah. Langkah ini menjadi bukti bahwa pembinaan keterampilan yang diberikan kepada para warga binaan mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai guna tinggi bagi masyarakat luas. Pemanfaatan kompos ini juga diharapkan dapat mendongkrak produktivitas perkebunan lokal di wilayah tersebut.

Inovasi pembuatan kompos ini terbilang unik karena memanfaatkan material sisa pembakaran batu bara non-B3 yang diolah sedemikian rupa hingga aman dan menyuburkan tanah. Keberhasilan formula pupuk ini bahkan telah melewati tahapan uji coba langsung di lapangan bersama kelompok tani setempat, dengan rencana ekspansi distribusi yang lebih luas di masa mendatang. Selain berfokus pada kelestarian lingkungan melalui daur ulang limbah, program ini juga diarahkan sebagai wadah edukasi praktis bagi warga binaan. Keterlibatan mereka dalam proses produksi diharapkan menjadi bekal keahlian yang mandiri dan bermanfaat ketika kelak mereka menyelesaikan masa tahanan dan kembali berintegrasi ke dalam lingkungan sosial masyarakat.

Pihak otoritas pemasyarakatan setempat menjelaskan bahwa pemilihan lokasi penyaluran didasarkan pada potensi wilayah Kelurahan Tua Tunu Indah yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra penghasil buah nanas terbesar di daerah. Sinergi dengan Lembaga Adat Melayu (LAM) setempat menjadi jembatan penting agar program kelurahan binaan ini berdampak langsung pada penguatan ekonomi berbasis komoditas lokal. “Oleh karena itu, program Kelurahan Binaan dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan keterampilan dan pengalaman kerja bagi warga binaan sebagai bekal saat kembali ke masyarakat,” ujar Kepala Lapas Kelas II A Pangkalpinang, Sugeng Indrawan.

Program pemberdayaan ini juga diakui sebagai langkah konkret daerah dalam menyukseskan program aksi nasional yang selaras dengan visi ketahanan pangan jangka panjang pemerintah pusat. Ke depan, hasil panen dari perkebunan yang memanfaatkan kompos ini direncanakan akan dikembangkan melalui proses hilirisasi produk. Kerja sama dengan para pelaku UMKM akan jalin untuk mengolah komoditas mentah menjadi produk makanan dan minuman turunan yang memiliki nilai jual lebih tinggi di pasar. Integrasi hulu ke hilir ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi baru yang mandiri.

Apresiasi tinggi diberikan atas kolaborasi yang harmonis antara institusi penegak hukum, perangkat kelurahan, dan tokoh adat dalam mengawal program pembinaan ini. Keberhasilan program kelurahan binaan ini diproyeksikan menjadi percontohan yang dapat diterapkan di wilayah-wilayah lain guna memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas. “Kami berharap kegiatan ini dapat terus berkelanjutan dan menjangkau kelurahan lainnya melalui berbagai bidang pembinaan, sekaligus menjadi bentuk laporan dan dukungan kepada Wali Kota Pangkalpinang dan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung,” pungkas Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina.

Sumber: BabelNews.id

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *