MEDIAMELAYU.COM, BENGKALIS – Akselerasi program swasembada pangan nasional terus diperkuat oleh jajaran kepolisian di wilayah pesisir Provinsi Riau melalui pendampingan intensif di sektor pertanian produktif. Langkah nyata ini ditunjukkan oleh Polsek Bengkalis yang secara berkala menerjunkan personelnya untuk mengawal budi daya tanaman jagung pipil di Desa Senggoro. Kemitraan strategis ini menyasar lahan potensial yang dikelola langsung oleh institusi ekonomi desa, di mana ribuan batang jagung dirawat secara ketat guna memastikan pertumbuhan tanaman berjalan optimal dan terbebas dari ancaman gagal panen akibat serangan hama maupun faktor cuaca.
Pemilihan jagung pipil sebagai komoditas utama didasarkan pada analisis peluang pasar yang sangat menjanjikan, mengingat tingginya permintaan untuk kebutuhan industri pakan ternak maupun konsumsi massal. Polsek Bengkalis menempatkan fungsi bhabinkamtibmas tidak hanya sebagai pilar keamanan, melainkan juga sebagai mitra teknis petani dalam mengawasi manajemen pengairan sistem sumur, pemupukan berkala, hingga pembersihan gulma di lapangan. Berdasarkan hasil pemantauan periodik terkini, komoditas pangan yang ditanam di atas lahan seluas setengah hektare tersebut dilaporkan tumbuh dengan sangat baik dan diproyeksikan akan memasuki fase panen raya pada akhir bulan ini.
Dukungan melekat dari aparat penegak hukum ini diakui memberikan dampak psikologis yang positif berupa peningkatan motivasi dan etos kerja bagi kelompok tani di perdesaan. Kehadiran polisi di pematang sawah dinilai mampu memangkas jarak birokrasi dan mempermudah koordinasi dalam memecahkan kendala teknis yang kerap dihadapi petani lokal. “Kami dari Polsek Bengkalis secara berkala turun ke lahan pertanian untuk memantau perkembangan tanaman bersama para petani. Mulai dari pengairan, penyiangan gulma, pemupukan, hingga langkah pengendalian hama kita kawal ketat agar pertumbuhan tanaman optimal,” ujar Kapolsek Bengkalis, IPTU Hendro Wahyudi, S.H., M.H.
Melalui keberhasilan pengelolaan lahan desa ini, pemerintah daerah bersama kepolisian berharap program kemitraan pangan ini dapat menjadi proyek percontohan yang diadopsi oleh desa-desa lain di Kabupaten Bengkalis. Optimalisasi lahan tidur menjadi kawasan produktif dinilai menjadi solusi cerdas dalam mendongkrak pendapatan ekonomi riil keluarga sekaligus memperkuat struktur ketahanan pangan di wilayah kepulauan. “Pendampingan rutin dari pihak kepolisian sangat membantu kami, terutama dalam mengatasi kendala teknis perawatan tanaman. Kami sangat optimistis, hasil panen jagung pipil tahun ini tidak hanya mampu meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga petani, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Bengkalis,” tutur Ketua Kelompok Tani BUMDES Dara Sembilan Desa Senggoro, Farwan.
Sumber: Kabarmelayu.com
