MEDIAMELAYU.COM, SIAK – Langkah inovatif dalam mengampanyekan kelestarian lingkungan terus digalakkan oleh jajaran kepolisian di Kabupaten Siak. Melalui sebuah pendekatan sosial yang unik, Polsek Kandis memberikan hadiah berupa bibit pohon kepada pasangan yang baru saja melangsungkan pernikahan di Kampung Kandis. Penyerahan kado hijau ini dilakukan di tengah pelaksanaan pesta pernikahan warga dengan disaksikan oleh aparatur kecamatan, unsur pemerintahan kampung, serta personel TNI-Polri setempat. Langkah ini diambil bukan sekadar sebagai cinderamata seremonial, melainkan sebagai bagian dari program Green Policing yang dicanangkan untuk menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya penghijauan sejak dini dari lingkup keluarga terkecil.
Bibit pohon ketapang yang diserahkan kepada pasangan pengantin baru tersebut memiliki filosofi mendalam, di mana pertumbuhan pohon yang kokoh diharapkan merepresentasikan perjalanan rumah tangga yang baru dibina. Pihak kepolisian memandang bahwa momen sakral pernikahan merupakan waktu yang sangat tepat untuk menanamkan komitmen kepedulian terhadap kelestarian alam di lingkungan tempat tinggal yang baru. Dengan merawat pohon tersebut hingga tumbuh besar, pasangan suami istri ini secara tidak langsung telah berkontribusi dalam menjaga kualitas udara dan penghijauan di lingkungan mereka. Langkah tak biasa ini diharapkan dapat menjadi tren positif yang ditiru oleh masyarakat luas di wilayah Kabupaten Siak.
Program edukasi lingkungan berbasis kemasyarakatan ini mendapat dukungan penuh dari unsur pimpinan kepolisian resor setempat. Kehadiran aparat penegak hukum di tengah kebahagiaan warga tidak hanya berfungsi untuk mempererat tali silaturahmi, tetapi juga untuk menyampaikan pesan-pesan moral mengenai pelestarian bumi secara persuasif. Kepolisian berharap gerakan menanam satu pohon di setiap momen penting kehidupan masyarakat dapat terus berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendatang. “Bibit pohon ini bukan sekadar hadiah, tetapi simbol kehidupan dan harapan. Seperti pohon yang tumbuh besar dan kuat, kami berharap rumah tangga yang dibangun juga kokoh, memberi manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan,” ujar Kapolsek Kandis, Kompol H. Herman Pelani, S.H., M.H.
Selain sebagai simbol penguatan hubungan domestik, gerakan ini juga memuat pesan budaya Melayu yang kental mengenai fungsi pohon sebagai tempat perlindungan dan keteduhan sosial. Sinergi antara bhabinkamtibmas dan babinsa di lapangan terus dimaksimalkan agar program kepolisian hijau ini tidak berhenti pada proses seremoni penyerahan saja, melainkan terus dipantau perkembangannya. Masyarakat sekitar memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan ini karena dinilai memberikan warna baru yang edukatif di tengah acara hiburan pesta pernikahan warga. “Bagikan tunas agar bumi bernapas, karena yang tumbuh kelak akan menjadi pohon. Pohon yang kokoh batangnya tempat bersandar, kuat dahannya tempat bergantung, rimbun daunnya tempat berteduh, dan kuat akarnya tempat bersela,” tambahnya.
Melalui konsistensi penerapan Green Policing ini, Polsek Kandis berupaya membuktikan bahwa institusi kepolisian tidak hanya fokus pada penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga memiliki kepedulian yang tinggi terhadap masa depan lingkungan hidup. Kesadaran kolektif yang dibangun melalui pendekatan humanis seperti ini dinilai jauh lebih efektif dalam mengubah perilaku masyarakat untuk lebih mencintai alam sekitar. Program ini diharapkan dapat terus meluas ke kelurahan dan kecamatan lain di Kabupaten Siak guna mewujudkan lingkungan yang asri, sehat, dan bebas dari ancaman kerusakan ekosistem.
Sumber: Kabarmelayu.com
