Usai Dijambret di Pekanbaru, Anak Yatim Ini Kembali Tersenyum Ditraktir Baju Baru oleh Anggota DPRD Zulkardi

Usai Dijambret di Pekanbaru, Anak Yatim Ini Kembali Tersenyum Ditraktir Baju Baru oleh Anggota DPRD Zulkardi

MEDIAMELAYU.COM — Aksi kriminalitas jalanan kembali meresahkan warga Kota Bertuah menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Seorang anak yatim di Pekanbaru dilaporkan menjadi korban penjambretan saat tengah melintas di jalanan kota pada Rabu (18/03/2026). Kejadian tragis ini mengundang simpati sekaligus keprihatinan mendalam dari masyarakat luas, mengingat uang yang dijambret tersebut merupakan dana yang sedianya akan digunakan korban untuk memenuhi kebutuhan hari raya Lebaran yang tinggal menghitung hari.

Peristiwa ini bermula ketika korban sedang melakukan aktivitas di luar rumah dan secara tiba-tiba dipepet oleh oknum tidak bertanggung jawab. Pelaku yang diduga telah mengincar korban sejak awal, dengan cepat merampas harta benda dan uang tunai milik anak malang tersebut sebelum akhirnya melarikan diri ke arah keramaian. Kondisi jalanan yang cukup sibuk di tengah suasana persiapan mudik dan belanja lebaran ternyata tidak menyurutkan niat pelaku untuk melancarkan aksinya di siang bolong.

Pasca-kejadian, korban yang tampak syok dan trauma langsung mendapatkan bantuan dari warga sekitar yang berada di lokasi. Tangis haru pecah saat korban menceritakan bahwa uang tersebut sangat berarti bagi keluarganya, terutama untuk membeli perlengkapan ibadah dan kebutuhan pokok saat hari raya. Kabar mengenai nasib malang anak yatim ini dengan cepat menyebar di media sosial, memicu gelombang dukungan dari komunitas kemanusiaan di Pekanbaru yang berupaya untuk meringankan beban mental dan materi korban.

Pihak kepolisian setempat mengimbau seluruh masyarakat Pekanbaru untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra saat membawa barang berharga atau uang tunai di ruang publik. Peningkatan aktivitas ekonomi di pasar-pasar dan pusat perbelanjaan sering kali dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk mencari celah. Masyarakat disarankan untuk tidak memakai perhiasan yang mencolok serta sebisa mungkin menghindari jalanan yang sepi atau minim penerangan saat berpergian, terutama bagi perempuan dan anak-anak.

Aparat keamanan juga dipastikan akan mempertebal patroli di titik-titik rawan kriminalitas guna menjamin keamanan warga selama masa libur panjang lebaran. Kejadian penjambretan ini menjadi pengingat bagi setiap individu untuk lebih protektif terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang di sekitar. Sinergi antara laporan cepat masyarakat dan tindakan tegas kepolisian diharapkan dapat segera mengungkap pelaku penjambretan ini agar memberikan efek jera dan rasa aman kembali bagi publik.

Di sisi lain, momen memilukan ini juga mengetuk pintu hati para dermawan di Pekanbaru untuk lebih peduli terhadap nasib anak-anak yatim dan kaum dhuafa yang rentan menjadi sasaran kejahatan. Gerakan solidaritas sosial diharapkan terus tumbuh guna memastikan tidak ada warga yang kehilangan kegembiraan lebaran akibat ulah kriminal. Dengan saling menjaga dan peduli, diharapkan stabilitas keamanan di Kota Pekanbaru tetap terjaga hingga puncak perayaan Idulfitri mendatang.

Sumber : Kompas

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *