MEDIAMELAYU.COM, PELALAWAN – Di tengah suasana perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, tantangan besar masih membayangi Provinsi Riau seiring belum padamnya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Pelalawan hingga Sabtu (21/03/2026). Meskipun mayoritas masyarakat merayakan hari kemenangan, operasi pemadaman masih terus diupayakan di dua titik krusial guna mencegah meluasnya sebaran api. Kondisi ini menegaskan bahwa ancaman bencana ekologis tidak mengenal waktu jeda, bahkan di hari besar keagamaan sekalipun.
Titik api yang masih menjadi perhatian utama berada di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, tepatnya di area konsesi koperasi Riau Tani Berkah Sejahtera (RTBS). Meskipun intensitas api dilaporkan mulai mengecil, kepulan asap tebal masih menyelimuti lahan bekas terbakar, menandakan bara api di bawah permukaan gambut belum sepenuhnya padam. Krisis di lokasi ini tercatat telah berlangsung selama lebih dari dua pekan, menunjukkan betapa sulitnya menjinakkan api yang telah merambah kedalaman tanah organik tersebut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan M.Si, mengonfirmasi bahwa kendati personel pemerintah telah ditarik sementara untuk jeda Lebaran, pengawasan di lapangan tidak dibiarkan kosong. Tim pemadam dari sektor swasta, yakni regu dari PT Arara Abadi, bersama pekerja koperasi RTBS tetap disiagakan di lokasi Karhutla. Kerja sama lintas sektor ini menjadi tumpuan utama dalam menjaga agar api tidak kembali berkobar di tengah cuaca yang kering.
Data sementara menunjukkan luasan lahan yang telah hangus dilalap si jago merah di Desa Merbau diperkirakan telah mencapai 40 hektar. Dominasi lahan gambut di wilayah tersebut menjadi faktor penyulit utama bagi tim di lapangan, mengingat api dapat menjalar di bawah permukaan tanah tanpa terlihat secara visual dari kejauhan. Karakteristik lahan gambut ini seringkali memerlukan teknik pemadaman khusus dan ketersediaan sumber air yang konsisten untuk memastikan proses pendinginan berjalan efektif.
Sementara itu, situasi serupa dilaporkan terjadi di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, tepatnya di kawasan Parit Sri Mawar. Operasi pemadaman di titik ini sempat mengalami jeda tepat pada hari pertama Idulfitri karena keterbatasan personel Masyarakat Peduli Api (MPA) yang merayakan hari raya. Namun, laporan terakhir pada Jumat sore (20/03/2026) menunjukkan bahwa api masih membara di beberapa titik, meninggalkan ancaman kabut asap yang dapat mengganggu kualitas udara di pemukiman sekitarnya.
Kepala Desa Pulau Muda, Andika, menyatakan bahwa meskipun aktivitas pemadaman sempat terhenti sejenak, pemantauan terus dilakukan guna memastikan situasi tetap terkendali. Tantangan logistik dan aksesibilitas menuju titik api di daerah terpencil menjadi hambatan tambahan dalam upaya mitigasi ini. Kejadian Karhutla yang bertahan hingga momen Lebaran ini menjadi pengingat bagi seluruh pihak akan pentingnya kesiapsiagaan dini dan penguatan sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dalam menjaga ekosistem lahan gambut Riau.
Sumber : Tribun Pekanbaru
