Himbauan Dirlantas Polda Riau: Pengendara Arus Balik Jangan Paksakan Diri, Manfaatkan Pos Pelayanan Jika Lelah

Himbauan Dirlantas Polda Riau: Pengendara Arus Balik Jangan Paksakan Diri, Manfaatkan Pos Pelayanan Jika Lelah

MEDIAMELAYU.COM, PEKANBARU — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau memperketat pengawasan di seluruh jalur strategis guna mengantisipasi lonjakan arus balik Lebaran 1447 Hijriah. Memasuki H+4 Idulfitri, kepolisian mengerahkan personel secara maksimal untuk memastikan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) tetap terjaga. Fokus pengamanan dipusatkan pada titik-titik rawan kepadatan yang menghubungkan Provinsi Riau dengan provinsi tetangga, mengingat aktivitas perkantoran dan instansi pemerintah dijadwalkan akan kembali normal dalam waktu dekat.

Pemantauan intensif dilakukan selama 24 jam penuh, mencakup rute utama seperti jalan lintas Riau–Sumatra Barat, Riau–Jambi, Riau–Sumatra Utara, serta jalur lintas timur yang menjadi urat nadi transportasi darat di Pulau Sumatra. Selain jalan arteri, atensi khusus juga diberikan pada ruas Tol Pekanbaru–Dumai (Permai) yang diprediksi akan mengalami peningkatan volume kendaraan secara signifikan. Seluruh pos pelayanan dan pos pengamanan dalam Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026 telah dioptimalkan untuk memberikan respons cepat terhadap dinamika di lapangan.

Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, menegaskan bahwa koordinasi lintas sektoral terus diperkuat untuk menghadapi puncak arus balik. Pihak kepolisian telah menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas yang bersifat situasional guna mengurai potensi kemacetan di titik-titik botol leher (bottleneck). Pengawasan kewilayahan ditingkatkan secara maksimal agar setiap kendala yang muncul di jalur lintas antarprovinsi dapat segera ditangani oleh tim gabungan yang telah bersiaga di lokasi-lokasi rawan.

Guna memperkuat pengamanan, jajaran Satlantas di seluruh wilayah hukum Polda Riau diinstruksikan untuk meningkatkan patroli bersinggungan. Tim khusus seperti Unit Raimas dan Tim Urai Kemacetan (Raicet) juga disiagakan untuk melakukan intervensi langsung jika terjadi penumpukan kendaraan yang ekstrem. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi para pemudik yang tengah menempuh perjalanan jauh menuju kota asal, sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas di masa arus balik.

Pihak kepolisian turut memberikan imbauan humanis kepada para pengendara agar senantiasa mematuhi tata tertib berlalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Kesadaran untuk beristirahat saat merasa lelah sangat ditekankan, dengan memanfaatkan fasilitas rest area di jalan tol maupun pos pengamanan yang tersedia di sepanjang jalur arteri. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak memaksakan kendaraan dalam kondisi lalu lintas yang padat dan tetap bersabar demi keselamatan bersama hingga sampai di tujuan.

Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat atau informasi terkait kondisi lalu lintas, Polda Riau menyediakan layanan pusat panggilan (call center) 110 yang aktif sepanjang waktu. Sinergi antara kesiapan petugas dan kedisiplinan pengendara menjadi kunci utama keberhasilan penanganan arus balik tahun ini. Dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian, diharapkan pergerakan masyarakat pasca-lebaran di wilayah Bumi Lancang Kuning dapat berlangsung lancar, tertib, dan tanpa kendala keamanan yang berarti.

Sumber : Tribun Pekanbaru

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *