MEDIAMELAYU.COM, SELATPANJANG — Di saat ribuan masyarakat bersuka cita merayakan momen kemenangan bersama keluarga, sejumlah petugas di Pelabuhan Tanjung Harapan, Kepulauan Meranti, justru harus merelakan waktu pribadinya demi memastikan kelancaran arus transportasi laut. Kepala Terminal Pelabuhan Tanjung Harapan, Ruzianto, menjadi salah satu sosok yang berada di garis terdepan dalam menjaga ritme pelayanan penumpang selama Idulfitri 1447 Hijriah. Baginya, tugas memastikan keselamatan dan kenyamanan pemudik merupakan amanah yang jauh lebih besar, meskipun konsekuensinya adalah terbatasnya waktu berkumpul bersama anak dan istri di rumah.
Kesibukan di pelabuhan utama Selatpanjang ini dilaporkan meningkat tajam sejak H-5 Lebaran, yang mengakibatkan waktu kebersamaan Ruzianto dengan keluarga menjadi sangat singkat. Padatnya aktivitas pelayanan penumpang membuat momen-momen sakral seperti berbuka puasa terakhir hingga malam takbiran sering kali terlewati di area dermaga. Bahkan, pada hari pertama Lebaran, ia hanya memiliki waktu sejenak untuk melaksanakan salat Id dan bersalam-salaman di rumah sebelum akhirnya harus segera kembali mengenakan seragam dinas untuk memantau lonjakan penumpang yang terus mengalir tanpa henti.
Tuntutan profesi yang tinggi ini bukannya tanpa kendala komunikasi di lingkup internal keluarga. Ruzianto mengakui bahwa sempat ada keluhan dari anggota keluarga terkait minimnya waktu yang ia berikan selama libur panjang ini. Namun, berkat pemahaman yang mendalam mengenai tanggung jawab profesi sebagai pelayan publik di sektor transportasi, pihak keluarga akhirnya dapat memaklumi dan memberikan dukungan penuh. Kesadaran bahwa tugas ini menyangkut hajat hidup orang banyak menjadi penguat bagi mereka dalam melepas kepergian sang kepala keluarga ke medan tugas di pelabuhan.
Menghadapi lonjakan penumpang di momen Lebaran juga menuntut tingkat kesabaran yang ekstra bagi seluruh petugas di lapangan. Tak jarang, Ruzianto dan timnya harus berhadapan dengan berbagai keluhan hingga komplain dari pengguna jasa yang merasa kurang nyaman akibat kepadatan di terminal. Meskipun berada di bawah tekanan situasi yang sangat dinamis, ia tetap menginstruksikan jajarannya untuk mengedepankan pelayanan yang humanis dan solutif. Profesionalitas tetap menjadi prioritas utama agar citra pelayanan transportasi di Kepulauan Meranti tetap terjaga dengan baik di mata para pemudik.
Di tengah penatnya tugas, terdapat momen-momen mengharukan yang menjadi penawar lelah bagi para petugas pelabuhan. Salah satunya adalah ketika para penumpang memberikan apresiasi sederhana namun bermakna, seperti berbagi kue lebaran kepada petugas yang sedang berjaga. Tindakan kecil dari masyarakat tersebut dirasakan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi mereka yang tetap bekerja di hari libur. Hal ini menciptakan ikatan emosional yang positif antara petugas dan pengguna jasa, serta memberikan semangat tambahan untuk terus memberikan yang terbaik bagi kelancaran arus mudik dan balik.
Ruzianto juga menekankan bahwa rasa kebersamaan antarpetugas lintas instansi, mulai dari kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, hingga tenaga kesehatan, menjadi kekuatan utama dalam menjalankan tugas berat ini. Meskipun jauh dari keluarga inti, sinergi yang terbangun di Pelabuhan Tanjung Harapan menciptakan suasana kekeluargaan baru di tempat kerja. Melalui dedikasi kolektif ini, diharapkan seluruh proses keberangkatan dan kedatangan penumpang di Kabupaten Kepulauan Meranti dapat berjalan aman dan berkesan, sekaligus memastikan setiap pemudik dapat sampai ke tujuan dengan selamat untuk bertemu orang tercinta.
Sumber : Tribun Pekanbaru
