MEDIAMELAYU.COM , PEKANBARU – Di tengah suasana hangat Idulfitri 1447 Hijriah, ratusan personel Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Riau justru memilih berjibaku dengan asap dan api demi menjaga langit Bumi Lancang Kuning tetap biru. Dedikasi luar biasa ini mendapat apresiasi mendalam dari Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, yang menegaskan bahwa kerja keras para petugas di lapangan, bahkan selama masa libur lebaran dan cuti bersama, merupakan pengorbanan yang tak ternilai bagi keselamatan masyarakat luas.
SF Hariyanto mengungkapkan bahwa terkendalinya titik api di sejumlah lokasi rawan selama periode mudik hingga arus balik menjadi bukti nyata komitmen tinggi para “pejuang langit biru” tersebut. Kehadiran fisik petugas yang tetap siaga di tengah cuaca ekstrem dan jauh dari keluarga saat hari raya, menunjukkan integritas dalam menjalankan amanah negara. Hal ini disampaikan Plt Gubri sebagai bentuk suntikan moril bagi seluruh elemen yang terlibat di garda terdepan penanganan darurat lahan gambut.
“Saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tim Satgas Karhutla, jajaran Forkopimda, dan personel di lapangan. Meskipun dalam suasana Lebaran, mereka tetap berjibaku tanpa henti di lokasi kebakaran untuk memastikan api tidak meluas dan asap tidak menyelimuti pemukiman warga,” ujar SF Hariyanto dalam keterangan resminya di Pekanbaru, Selasa (31/3/2026).
Ucapan terima kasih tersebut ditujukan secara khusus kepada sinergi lintas institusi, mulai dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri, hingga Kementerian Kehutanan. Plt Gubri juga memberikan penghormatan tinggi kepada pasukan Manggala Agni, BPBD tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) yang menjadi benteng pertahanan terakhir di area-area yang sulit dijangkau melalui jalur darat, khususnya di wilayah pesisir Riau.
Guna memastikan napas perjuangan di lapangan tetap panjang, Pemprov Riau bergerak cepat dengan memperkuat koordinasi bersama pemerintah pusat. Langkah ini membuahkan hasil dengan dikucurkannya bantuan tambahan berupa armada water bombing dan pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang kini telah beroperasi maksimal. Dukungan logistik dan teknologi dari pusat menjadi faktor krusial mengingat luasnya sebaran titik api yang memerlukan penanganan udara secara presisi dan cepat.
Efektivitas penanganan Karhutla kali ini pun semakin diperkuat dengan keberhasilan operasi hujan buatan yang dilaksanakan bersama BMKG. Peningkatan curah hujan di wilayah terdampak sangat membantu proses pendinginan lahan (cooling) pasca-pemadaman darat, guna mencegah api “tidur” kembali menyulut permukaan gambut. SF Hariyanto berharap sinergitas ini terus terjaga solid hingga status siaga berakhir, demi mewujudkan target ambisius Riau Bebas Asap 2026 di tengah tantangan perubahan iklim yang kian dinamis.
Sumber : Media Center Riau
