MEDIAMELAYU.COM, PEKANBARU – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau melaporkan tren positif pada sektor pariwisata dengan mencatatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 27.505 kunjungan sepanjang Maret 2026. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 3,10 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yang mengindikasikan minat berkunjung ke Bumi Lancang Kuning terus terjaga. Lonjakan yang jauh lebih impresif terlihat pada perbandingan tahunan, di mana angka kunjungan meroket hingga lebih dari lima puluh persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kondisi ini dipandang sebagai sinyal kuat pemulihan ekonomi daerah melalui pintu masuk pariwisata internasional. “Jika dibandingkan dengan Maret 2025, kunjungan wisman mengalami kenaikan sebesar 50,27 persen,” ujar Kepala BPS Riau, Asep Riyadi, Senin (4/5/2026).
Pintu masuk imigrasi menjadi jalur utama bagi ribuan wisatawan untuk mengakses berbagai destinasi unggulan di Provinsi Riau, dengan Bandara Sultan Syarif Kasim II sebagai gerbang tersibuk. Selain jalur udara, tiga pelabuhan internasional di Dumai, Bengkalis, dan Kepulauan Meranti juga memberikan kontribusi signifikan dalam memfasilitasi arus masuk warga asing. Menariknya, sistem pendataan modern melalui Mobile Positioning Data (MPD) mencatat belasan ribu kunjungan tambahan yang terkonsentrasi di wilayah perbatasan laut. Peningkatan aktivitas di pintu-pintu utama ini menjadi bukti bahwa aksesibilitas Riau semakin baik dan diminati oleh pelancong luar negeri. “Jumlah kunjungan wisman yang masuk melalui pintu utama imigrasi pada Maret 2026 naik sebesar 49,03 persen dibandingkan Februari 2026,” jelas Asep.
Analisis berdasarkan moda transportasi menunjukkan bahwa jalur laut masih menjadi pilihan favorit bagi para wisatawan mancanegara dengan persentase kontribusi di atas lima puluh persen. Meski demikian, jalur udara tidak kalah bersaing dengan mencatatkan pertumbuhan bulanan yang sangat pesat mencapai lebih dari empat puluh persen dibandingkan Februari. Kenaikan penggunaan transportasi udara ini mencerminkan tingginya efektivitas rute penerbangan internasional yang langsung menuju ibu kota provinsi. Kombinasi kedua moda transportasi ini menjadi tulang punggung utama dalam menyokong angka statistik kunjungan yang terus bergerak ke arah positif. “Kunjungan melalui jalur udara naik 42,98 persen dibandingkan bulan sebelumnya, serta meningkat 55,13 persen dibandingkan Maret 2025,” paparnya.
Negara tetangga, Malaysia, tetap menjadi penyumbang terbesar wisatawan bagi Riau dengan pangsa pasar yang mendominasi hampir separuh dari total kunjungan. Kedekatan geografis dan kesamaan budaya dinilai menjadi faktor utama yang membuat warga Malaysia terus menjadikan Riau sebagai destinasi prioritas mereka. Selain Malaysia, nama-nama negara dari Asia Timur dan Asia Tenggara lainnya seperti Tiongkok, Filipina, dan Singapura juga turut memperkuat keberagaman kebangsaan wisman yang datang. Kehadiran wisatawan dari berbagai negara ini memberikan dampak multiplier bagi sektor UMKM dan perhotelan di berbagai kabupaten dan kota. “Wisman asal Malaysia sebanyak 13.020 kunjungan atau 47,34 persen dari total keseluruhan,” ungkap Asep.
Menariknya, terdapat pergeseran tren di mana wisatawan dari negara-negara Eropa mulai menunjukkan ketertarikan yang lebih besar untuk mengunjungi Riau pada periode Maret ini. Wisman berkebangsaan Inggris mencatatkan persentase kenaikan paling tinggi dibandingkan kebangsaan lainnya, disusul oleh peningkatan jumlah kunjungan dari wisatawan asal Malaysia. Fenomena ini menunjukkan bahwa daya tarik Riau mulai meluas ke pasar global yang lebih jauh, melampaui batas-batas wilayah regional Asia Tenggara saja. Keberagaman asal negara wisatawan ini menuntut kesiapan industri jasa pariwisata lokal untuk terus meningkatkan standar layanan mereka secara internasional. “Kunjungan wisman berkebangsaan Inggris mengalami kenaikan paling besar selama Maret 2026 yaitu sebesar 48,49 persen,” jelasnya.
Melihat fluktuasi data dari tahun sebelumnya, puncak kunjungan yang pernah terjadi pada akhir tahun 2025 diharapkan dapat terulang kembali di masa mendatang seiring dengan semakin banyaknya perhelatan event internasional di Riau. Meskipun sempat terjadi penurunan di awal tahun 2026, pergerakan naik pada bulan Maret ini memberikan optimisme baru bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor pariwisata. BPS Riau menegaskan bahwa data-data ini merupakan indikator penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan strategis untuk promosi pariwisata yang lebih tepat sasaran. Dinamika kunjungan yang ada menunjukkan bahwa Riau memiliki potensi besar untuk terus tumbuh menjadi pusat pariwisata yang diperhitungkan. “Kenaikan ini menunjukkan adanya pemulihan dan peningkatan minat kunjungan wisatawan mancanegara ke Riau,” pungkas Asep.
Sumber : Media Center Riau
