MEDIAMELAYU.COM, PEKANBARU – Plt Ketua Dekranasda Riau, Adrias Hariyanto, mendorong seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Riau untuk aktif menampilkan wastra atau kain tradisional khas daerah pada ajang Peringatan HUT ke-46 Dekranasda Tahun 2026 yang akan digelar di Makassar. Momentum ini dinilai sebagai kesempatan emas untuk memperkenalkan kekayaan budaya serta produk unggulan daerah ke kancah nasional. Dalam persiapan menyambut kegiatan yang akan berlangsung pada 9 hingga 12 Juli 2026 tersebut, Adrias meminta seluruh pengurus daerah untuk mulai mengurasi produk terbaik agar mampu bersaing dan menarik perhatian pengunjung dari seluruh Indonesia.
Kain tradisional dengan motif yang unik dari setiap daerah menjadi salah satu produk utama yang diharapkan dapat menonjol dalam pameran tersebut. Selain tekstil, potensi kuliner lokal juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan untuk dipromosikan kepada masyarakat luas. “Dekranasda kabupaten kota bisa membawa kain, karena tiap daerah berbeda motifnya. Bisa juga makanan daerah masing-masing,” ujar Adrias saat memberikan keterangan di kediamannya pada Jumat (8/5). Hal ini menegaskan bahwa keberagaman produk di 12 kabupaten dan kota di Riau merupakan kekuatan besar yang harus ditunjukkan secara maksimal.
Tidak hanya terbatas pada kain dan makanan, Adrias juga mendorong setiap daerah untuk membawa berbagai hasil kerajinan tangan unggulan lainnya seperti tanjak, aksesori tradisional, hingga berbagai kerajinan tangan khas lainnya. Persiapan yang matang dan maksimal menjadi kunci agar citra budaya Riau dapat terlihat jelas oleh para pengunjung di Makassar nantinya. “Mohon untuk mempersiapkan barang yang akan ditunjukkan nanti, jadi semua orang tahu 12 kabupaten kota kita di Riau punya wastra yang berbeda,” ungkap Adrias mengingatkan pentingnya kualitas produk pameran.
Selain sebagai wadah promosi produk, Adrias menyebut bahwa kegiatan HUT Dekranasda merupakan ajang strategis untuk mempererat tali silaturahmi antardaerah sekaligus menjadi sarana belajar bagi para pengurus. Dengan melihat keberhasilan daerah lain dalam menyelenggarakan kegiatan nasional, Riau diharapkan bisa memiliki gambaran matang jika suatu saat ditunjuk menjadi tuan rumah. “Ini ajang silaturahmi dan bagaimana melihat di sana keadaannya. Mana tahu Riau dijadikan tuan rumah jadi kita ada gambaran, besar harapan kita ke depan,” tuturnya menjelaskan visi jangka panjang bagi kemajuan Dekranasda Riau.
Lebih lanjut, Adrias mengingatkan pentingnya aspek efisiensi dalam pelaksanaan perjalanan menuju Makassar, mengingat membawa rombongan dalam jumlah besar memerlukan pengaturan biaya yang sangat matang. Meskipun harus dilakukan dengan pengaturan yang ketat, ia berharap momentum ini tetap menjadi sarana untuk memperluas jaringan kerja sama dan memperkuat hubungan antarpengurus Dekranasda. Pengalaman yang didapat dari kunjungan kerja ke luar daerah ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi Riau dalam mempersiapkan diri sebagai penyelenggara acara-acara besar di masa mendatang guna memajukan industri kreatif daerah.
Sumber : Media Center Riau
