MEDIAMELAYU.COM, PEKANBARU – Upaya pemberantasan peredaran narkotika di Kota Pekanbaru memasuki babak baru dengan diresmikannya tiga kawasan sebagai Kampung Tangguh Anti Narkoba oleh jajaran Polresta Pekanbaru. Peresmian yang dipusatkan di Kampung Terendam, Kecamatan Rumbai, ini menjadi simbol perlawanan kolektif masyarakat terhadap ancaman narkoba yang kian meresahkan. Tiga wilayah yang dipilih, yakni Kampung Terendam di Rumbai, Kampung Dalam di Senapelan, dan Jalan Pangeran Hidayat di Pekanbaru Kota, kini secara resmi menjadi fokus utama penguatan lingkungan bebas narkoba.Langkah ini diambil bukan sekadar sebagai tindakan represif, melainkan sebagai upaya sistematis untuk mengubah stigma kawasan rawan menjadi wilayah yang aman, produktif, dan terlindungi dari pengaruh zat terlarang.
Setelah peresmian ini, pihak kepolisian akan meningkatkan intensitas kegiatan pencegahan melalui edukasi dan pengawasan lingkungan yang melibatkan warga setempat secara langsung. Program ini dirancang untuk memutus rantai peredaran narkoba dari tingkat yang paling dasar, yakni lingkungan pemukiman. Selain penegakan hukum yang tegas terhadap para pelaku, kepolisian juga mengedepankan pendekatan preventif agar masyarakat memiliki daya tangkal yang kuat terhadap godaan narkotika. Komitmen ini diharapkan dapat menciptakan rasa aman bagi warga dan memastikan anak-anak muda di kawasan tersebut tumbuh dalam lingkungan yang sehat. “Kegiatan ini menjadi simbol dimulainya perang terhadap narkoba, khususnya di Kampung Terendam,” ujar Kapolresta Pekanbaru, Muharman Arta.
Guna memperkuat lini pencegahan, Polresta Pekanbaru juga melakukan langkah inovatif dengan mengukuhkan duta-duta dari kalangan generasi muda. Para pemuda yang terpilih sebagai Duta Anti Narkoba ini memiliki tanggung jawab moral untuk mengedukasi rekan sebaya dan masyarakat mengenai bahaya jangka panjang penyalahgunaan narkotika. Keterlibatan Generasi Z dalam program ini dipandang strategis mengingat mereka adalah kelompok yang paling rentan sekaligus menjadi kunci bagi masa depan pembangunan daerah. Partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama hingga pemuda, sangat dibutuhkan untuk memastikan Kampung Tangguh ini berfungsi secara efektif dan berkelanjutan. “Dalam kegiatan ini, kami juga mengukuhkan enam generasi muda sebagai Duta Anti Narkoba Kota Pekanbaru. Para duta yang berasal dari kalangan Generasi Z itu diharapkan mampu membantu upaya preemtif dan preventif untuk mengedukasi masyarakat mengenai bahaya narkoba,” harap Muharman.
Deklarasi penolakan terhadap narkoba yang diucapkan oleh seluruh unsur yang hadir menjadi bukti nyata adanya komitmen bersama antara pemerintah, aparat, dan warga. Pemerintah Kota Pekanbaru memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada kepolisian atas inisiatif pembangunan Kampung Tangguh ini, mengingat dampak buruk narkoba yang tidak hanya merusak kesehatan fisik tetapi juga tatanan sosial dan produktivitas masyarakat. Penjabat Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru menekankan bahwa penyalahgunaan narkotika adalah musuh bersama yang dapat menghancurkan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Melalui sinergi yang kuat, diharapkan Pekanbaru dapat secara bertahap bersih dari peredaran gelap narkotika. “Orang yang sudah terpapar narkoba biasanya kehilangan kontrol diri, motivasi kerja menurun, dan mudah terpengaruh hal-hal negatif,” ungkap Pj Sekdako Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut.
Dengan adanya Kampung Tangguh Anti Narkoba, diharapkan tercipta ekosistem sosial yang saling mengawasi dan mendukung satu sama lain dalam menjaga marwah lingkungan. Masyarakat kini memiliki wadah dan keberanian lebih untuk melaporkan setiap aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan transaksi narkotika di wilayah mereka. Keberhasilan program ini nantinya tidak hanya diukur dari jumlah penindakan, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran kolektif warga untuk menjauhi narkoba demi kehidupan yang lebih sejahtera. Harapan besar tertumpang pada kawasan-kawasan ini untuk menjadi inspirasi bagi kelurahan lain di Pekanbaru dalam membangun benteng pertahanan sosial yang serupa.
Sumber : Kabar Melayu
