Mengenang Jasa Sang Ulama, Ratusan Jemaah Hadiri Haul Ke-66 Tuan Syekh Imam Sabar di Bengkalis

Mengenang Jasa Sang Ulama, Ratusan Jemaah Hadiri Haul Ke-66 Tuan Syekh Imam Sabar di Bengkalis

MEDIAMELAYU.COM, BENGKALIS – Kompleks pemakaman Tuan Syekh H. Imam Sabar Al Kholidi Naqsyabandi di Desa Balai Pungut, Kecamatan Pinggir, dipenuhi oleh ratusan jemaah yang datang dari berbagai penjuru daerah. Kehadiran para peziarah dan jemaah ini bertujuan untuk mengikuti prosesi haul ulama kharismatik Tarekat Naqsyabandiyah yang memiliki sejarah panjang dalam penyebaran agama Islam di wilayah Riau. Suasana khidmat menyelimuti seluruh rangkaian acara yang diisi dengan pembacaan Surah Yasin, tahlil, takhtim, hingga doa bersama yang dipanjatkan secara berjamaah.Selain sebagai bentuk ibadah, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi para pengikut tarekat dan masyarakat luas untuk memperkuat ukhuwah islamiyah. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bagi generasi saat ini akan pentingnya menghargai warisan spiritual dan intelektual yang ditinggalkan oleh para tokoh agama terdahulu.

Perjalanan dakwah Tuan Syekh Imam Sabar dikenal memiliki pengaruh yang sangat luas, mencakup wilayah Mandau, Pinggir, Talang Muandau, hingga daerah sekitarnya. Dalam rangkaian haul tersebut, para jemaah juga mendengarkan pembacaan manaqib yang mengisahkan kegigihan dan keteladanan beliau semasa hidup dalam mensyiarkan ajaran Islam. Sebagai murid dari tokoh-tokoh besar Tarekat Naqsyabandiyah yang memiliki garis silsilah hingga ke Basilam, Sumatera Utara, kiprah beliau telah meletakkan fondasi keagamaan yang kuat di tengah masyarakat. Kegiatan tahunan ini dipandang bukan sekadar seremonial rutin, melainkan upaya menjaga api semangat dakwah agar tetap menyala di hati umat. Penghormatan terhadap jasa-jasa beliau menjadi poin sentral yang ditekankan oleh pihak penyelenggara guna menginspirasi masyarakat dalam membangun karakter yang religius. “Haul ini memperingati 66 tahun wafatnya Tuan Syekh Imam Sabar sekaligus sebagai bentuk penghormatan kepada ulama yang telah berjasa besar dalam perkembangan Islam dan Tarekat Naqsyabandiyah di Kecamatan Mandau, Pinggir, Talang Muandau dan sekitarnya,” ujar Ketua Panitia Haul, H. Zulfan Efendi.

Sejarah mencatat bahwa Tuan Syekh Imam Sabar yang lahir pada akhir abad ke-19 ini merupakan sosok yang sangat dihormati karena kedalaman ilmunya dan jejaring dakwahnya yang luas. Perjuangan beliau dalam mengenalkan ajaran Islam masih sangat dirasakan dampaknya hingga generasi sekarang, terutama di wilayah-wilayah yang dahulunya sulit dijangkau. Keberhasilan beliau dalam membina masyarakat tidak lepas dari metode dakwah yang santun dan merangkul semua kalangan. Melalui peringatan haul ini, diharapkan nilai-nilai persatuan yang diwariskan oleh beliau dapat terus dijaga di tengah dinamika sosial yang ada.Panitia menekankan bahwa meneladani akhlak ulama adalah kunci untuk menjaga keharmonisan dan semangat berbagi kebaikan di lingkungan sekitar. “Haul ini bukan hanya mengenang sosok beliau, tetapi juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga nilai persatuan, ukhuwah dan semangat dakwah yang diwariskan para ulama,” katanya.

Peran Tuan Syekh Imam Sabar dalam konteks sejarah lokal juga sangat signifikan, terutama dalam proses pengislaman masyarakat di pedalaman yang pada masa itu masih berada di bawah naungan administrasi Kerajaan Siak Sri Indrapura. Pendekatan budaya yang dilakukan beliau membuat ajaran Islam dapat diterima dengan baik oleh masyarakat suku asli setempat tanpa menghilangkan identitas lokal mereka. Jasa besar ini diakui oleh para pemimpin daerah sebagai kontribusi nyata dalam pembangunan peradaban di Kabupaten Bengkalis.Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk tidak melupakan sejarah perjuangan ulama yang telah bersusah payah membangun moralitas bangsa. Dengan memahami sejarah, diharapkan muncul kesadaran kolektif untuk meneruskan perjuangan dakwah sesuai dengan tantangan zaman saat ini. “Beliau banyak berjasa dalam mengislamkan masyarakat suku asli di wilayah Mandau dan sekitarnya. Haul ini bertujuan mengingatkan kita terhadap perjuangan para ulama dalam penyebaran agama Islam,” ungkap perwakilan pemerintah desa setempat, Akhyar Mukmin.

Sebelum wafat pada tahun 1960, Tuan Syekh Imam Sabar telah menyiapkan kader-kader terbaik yang bertugas melanjutkan estafet perjuangan dakwah Tarekat Naqsyabandiyah di berbagai pelosok Riau. Keberadaan tiga murid utama beliau menjadi bukti nyata dari keberhasilan manajemen kaderisasi yang beliau lakukan, sehingga ajaran yang dibawa tetap terjaga kemurniannya hingga kini. Peninggalan berupa tempat ibadah dan majelis ilmu yang didirikannya masih terus berfungsi sebagai pusat pengembangan spritualitas masyarakat. Kesuksesan haul ke-66 ini menunjukkan bahwa kecintaan masyarakat terhadap sosok ulama tetap tinggi meskipun beliau telah lama tiada. Semangat keteladanan Tuan Syekh Imam Sabar diharapkan terus mengakar kuat dalam kehidupan bermasyarakat di Negeri Junjungan.

Sumber : Media Center Riau

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *