Pantau Ketat Sebaran Karhutla, Tim Gabungan Siaga di Lokasi Kebakaran Inhil, Bengkalis, dan Kampar

Pantau Ketat Sebaran Karhutla, Tim Gabungan Siaga di Lokasi Kebakaran Inhil, Bengkalis, dan Kampar

MEDIAMELAYU.COM, PEKANBARU — Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Provinsi Riau melaporkan adanya titik api Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang masih aktif di tiga wilayah, yakni Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Bengkalis, dan Kampar. Hingga Rabu (11/3/2026), tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) terus melakukan upaya pemadaman dan pendinginan intensif di lapangan guna mencegah sebaran api meluas.

Kepala BPBD Damkar Riau melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Jim Gafur, mengonfirmasi bahwa saat ini terdapat lima titik api yang sedang ditangani. Sebaran titik api tersebut meliputi tiga lokasi di Kabupaten Indragiri Hilir (Kecamatan Tempuling, Gaung, dan Pelangiran), satu lokasi di Desa Sukarjo Mesim (Kabupaten Bengkalis), serta satu lokasi di Desa Rimbo Panjang (Kabupaten Kampar). Mengingat bantuan helikopter water bombing dari BNPB masih dalam proses administrasi, seluruh kekuatan saat ini dikerahkan melalui jalur darat.

“Petugas di lapangan masih terus melakukan pemadaman sekaligus pendinginan secara berkelanjutan. Kami mengandalkan personel dan peralatan darat karena bantuan udara dari pusat belum tiba di Riau,” ungkap Jim Gafur dalam keterangannya di Pekanbaru.

Tantangan di lapangan semakin meningkat seiring dengan masuknya sebagian wilayah Riau ke musim kemarau. Kondisi lahan yang kering membuat api lebih mudah menjalar, sehingga proses pendinginan menjadi tahap krusial untuk memastikan tidak ada sisa bara di bawah permukaan tanah gambut. BPBD Damkar Riau terus melakukan koordinasi ketat dengan jajaran di daerah agar kendali api tetap terjaga meski dengan keterbatasan armada udara.

Menanggapi situasi ini, pemerintah provinsi kembali mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Tindakan membakar lahan di musim kemarau sangat berisiko tinggi memicu kebakaran hebat yang sulit dikendalikan dan berdampak pada kesehatan serta ekosistem.

“Kami mengimbau masyarakat untuk sangat berhati-hati. Saat ini potensi kebakaran lahan sangat tinggi. Jangan ada aktivitas pembakaran lahan karena dampaknya bisa meluas dengan sangat cepat,” tutupnya.

Sumber : Media Center Riau

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *