MEDIAMELAYU.COM, BAGANSIAPIAPI – Upaya memperkuat sektor pariwisata berbasis digital di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) terus mendapatkan dukungan serius dari berbagai pihak, termasuk dari jajaran legislatif tingkat pusat. Anggota DPR RI, Hendry Munief, bersama Kementerian Pariwisata menggelar bimbingan teknis (Bimtek) bertajuk promosi branding Wonderful Indonesia di Kota Bagansiapiapi. Kegiatan ini difokuskan pada pemanfaatan media sosial sebagai alat utama untuk memperkenalkan potensi daerah kepada khalayak yang lebih luas. Sektor pariwisata saat ini dipandang sebagai ekosistem yang kompleks, yang harus terintegrasi erat dengan budaya, pelaku UMKM, serta industri ekonomi kreatif lainnya. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan promosi destinasi wisata di Rokan Hilir tidak lagi dilakukan secara konvensional, melainkan beralih ke strategi digital yang lebih modern dan tepat sasaran.
Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat telah mengubah pola konsumsi informasi masyarakat, sehingga media sosial menjadi peluang emas yang harus dimaksimalkan. Pemanfaatan platform digital dinilai sebagai jawaban paling efektif untuk menjangkau wisatawan potensial baik dari dalam maupun luar negeri secara instan. Hendry Munief menekankan bahwa seluruh ekosistem pariwisata harus bergerak bersama dalam satu frekuensi digital agar dampak ekonominya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat lokal. Langkah ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam mempercepat pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata nasional pasca-pandemi. “Pemanfaatan media sosial menjadi salah satu jawaban untuk mengoptimalkan promosi pariwisata dengan seluruh ekosistemnya. Ini harus dimaksimalkan agar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Hendry Munief saat membuka kegiatan pada Senin (5/5/2026).
Generasi milenial dan Gen Z diposisikan sebagai ujung tombak dalam misi promosi digital ini karena kedekatan mereka dengan tren teknologi masa kini. Mereka diharapkan mampu menjadi konten kreator yang kreatif dalam mengemas keindahan alam serta keunikan budaya Rokan Hilir ke dalam format visual yang menarik. Peran mereka dipandang sebagai jembatan informasi yang mampu menerjemahkan kekayaan daerah ke dalam bahasa digital yang mudah dipahami oleh publik global. Selain sebagai sarana publikasi, aktivitas kreatif ini juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi anak muda yang berprofesi sebagai kreator konten. Transformasi dari sekadar pengguna media sosial menjadi penggerak promosi daerah adalah target utama dari pelatihan intensif ini. “Konten kreator bisa menjadi jembatan untuk mempublikasikan dan mempromosikan wisata Indonesia, termasuk Rokan Hilir,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir sendiri menyambut baik kolaborasi antara pusat dan daerah dalam membangun kapasitas sumber daya manusia di bidang pariwisata ini. Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Rohil menyatakan bahwa keindahan destinasi wisata di wilayahnya tidak akan memberikan dampak maksimal jika tidak dibarengi dengan narasi yang kuat di dunia maya. Menurutnya, sebuah objek wisata harus mampu “bercerita” kepada dunia melalui dokumentasi digital yang berkualitas agar orang tertarik untuk berkunjung. Oleh karena itu, keterlibatan aktif anak muda sangat diperlukan untuk mengisi ruang-ruang digital dengan informasi positif mengenai kekayaan daerah. “Pariwisata Rokan Hilir sudah cukup baik, tetapi tidak cukup hanya dinikmati. Harus diceritakan kepada dunia melalui media digital,” jelas Hari Dharma Putra.
Strategi branding digital dianggap memiliki jangkauan yang jauh lebih luas dan biaya yang lebih efisien dibandingkan dengan penggunaan media cetak atau baliho di pinggir jalan. Dengan konten yang dikelola secara profesional, potensi wisata di Rokan Hilir diyakini mampu bersaing dengan destinasi populer lainnya di Indonesia. Pelatihan ini juga mengajarkan teknik-teknik khusus mengenai cara membangun citra positif sebuah tempat agar menarik minat kunjungan wisatawan secara berkelanjutan. Jika promosi ini berjalan sukses, dampaknya akan terasa pada peningkatan pendapatan asli daerah serta pembukaan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat. Fokus pada digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan bagi kemajuan pariwisata di era sekarang. “Hari ini teman-teman diajari untuk bisa mempromosikan pariwisata yang ada di Rokan Hilir. Ini perlu dibranding dengan digitalisasi,” ujarnya.
Melalui bimbingan teknis ini, diharapkan lahir komunitas konten kreator lokal yang solid dan memiliki kepedulian tinggi terhadap kemajuan tanah kelahirannya. Keberhasilan promosi wisata melalui media digital akan menjadi modal besar bagi Rokan Hilir untuk memperkuat posisinya di peta pariwisata nasional hingga internasional. Langkah produktif ini juga bertujuan agar generasi muda tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga produser informasi yang bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Sinergi antara pemerintah, anggota dewan, dan generasi muda menjadi kunci utama dalam mewujudkan Rokan Hilir sebagai destinasi wisata unggulan yang modern. Semangat Wonderful Indonesia diharapkan terus membara di tangan para pemuda Rohil demi masa depan pariwisata yang lebih cerah dan mendunia.
Sumber : Kabar Melayu
